Suka Cerita Sex Gadis Masih SMA | Suka Sex
agen bandarq online
Home / Cerita Sex ABG / Suka Cerita Sex Gadis Masih SMA

Suka Cerita Sex Gadis Masih SMA

www.sukasex.com adalah web Khusus Dewasa Yg mengulas Cerita Sex Hot Terbaru, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Janda, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Mahasiswi, Selingkuh, Cerita Sex Horny, Cerita Sex Memek Perawan 18+. Ini cerita dari teman sebut saja namanya Elen dia adalah teman dari Vita , biasa seperti sore hari aku santai di depan teras rumah sambil ngopi dan maenan hp, aku melihat Vita sedang bersama teman temannya di depan rumahku,

Suka Cerita Sex Gadis Masih SMA

cerita sex ABG 2017, cerita ABG terbaru 2017, cerita ABG ngentot 2017, kumpulan cerita ABG ngentot 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ABG ngentot 2017, koleksi cerita ABG ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

“lho baru pulang sekolah ya Vit” sampai jam segini baru pulang lama banget hehe”

“iya mas , disekolah ada tambahan pelajaran gitu”

“owww ya ya ya jawabku denga santai”

“Terus bawa temen banyak mau ada acara apa?” tanyaku lagi.

“Mau belajar kelompok mas, eh kenalin dong mas temen-temen Vita” Vita menyuruhku kenalan sama teman-temannya.

“Ini mas Ryan namanya” sahut Vita.

Salah satunya ya si Elen itu, uh cakep juga si Elen ini masih kecil tapi bodinya udah mantap, beda ma temen lainnya. Dalam hati aku terpesona liat si Elen.

“Mas, Vita kedalem dulu ya”

“Oh iya. Belajar yang akur ya” kataku sambil tersenyum, lalu Vita masuk kerumahnya.

Malam harinya aku ke rumah Vita karena emang aku sudah biasa main kesitu. Aku ngobrol dan becanda-becanda sama Vita.

“Eh, temen Vita yang namanya Elen tadi manis juga ya?”

“Kenapa mas? naksir ya?” dasar si Vita ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos

“Vita punya nomer telponnya ga? mas minta ya?”

Vita pun masuk kekamar dan keluar membawa handphone, ni cari aja sendiri yang dinamain Elen ya mas” kata Vita, aku langsung catet nomornya si Elen.

“Udah mas?” tanya Vita.

“Udah nih, makasih ya, besok mas beliin coklat deh”

“Bener ya mas!” kata Vita bersemangat karena coklat emang kesukaan dia banget.

Tanpa berlama-lama aku coba sms si Elen,

“Hei Elen lagi ngapain? masih inget aku ga? tadi aku yang dikenalin Vita waktu kamu
maen dirumahnyaa”

Eh si Elen pun membalas sms ku

“Oh iya Elen masih inget dong, kan baru tadi.. hehe…” sms pun berlanjut terus.

Sehari, dua hari, tiga hari aku dan Elen smsan, aku coba iseng ngajak dia keluar. Tidak kusangka dia mau aku ajak keluar. hari minggu aku sama Elen janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pake motor. Tidak terasa hari sudah sore, sudah waktunya pulangin si Elen. Tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya Elen bilang

“Udah mas nyampe sini aja nganternya!”

Aku tanya “Kenapa? mas ga boleh tau rumah Elen ya?”

“Gak pa pa kok mas lain waktu kan bisa”

“Oh ya udah, besok maen lagi ya?” ajakku.

“Iya mas” jawab Elen.

Selang beberapa hari, Elen maen kerumah Vita. Aku kebetulan ada di depan rumah Vita.

“Eh mas Ryan, Vita ada dirumah ga mas?” tanya Elen.

“Oh tadi ada di belakang, masuk aja”

Sekalian saja aku minta dia mampir ke kost ku “Ntar mampir ke tempat mas ya”

Dia cuma senyum-senyum. Aku masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer aku, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi entah kemana jadi kost sepi banget kayak kuburan. Sambil tiduran otak ngeresku jalan, membayangkan si Elen ada di kamarku dan aku bisa have a fun sama dia berdua di kamar. Gak nahan bodinya, masih kecil tapi dah montok semua, depan belakang mantap.

Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil namaku.

“Mas… mas Ryan…”

Aku bangun dari kasur dan keluar, aku kaget ternyata si Elen yang ada di depan.

“Elen, ada apa? Vita ga ada ya?” tanyaku.

“Ada kok mas, tadi cuma bentar dirumah Vitanya. Sekarang Elen boleh maen di sini ga mas?”

“Oh, tentu boleh dong.. masa ga boleh”

Dalam hati aku pun berkata “pucuk di cinta Elen pun tiba”

Kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost aku emang disediain tempat buat terima tamu tapi jarang dipake karena biasanya anak-anak kalo terima tamu langsung di kamar masing-masing, lebih santai katanya.

“Elen mau di sini aja apa di dalem?” aku coba tawarin ke Elen.

“Udah disini aja mas” jawabnya.

Kami pun ngobrol ini itu, saat asik ngobrol becanda, aku pun mulai nakal pegang-pegang tangan Elen, lalu aku beraniin cium pipinya. Elen kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu.

“Ih mas kok nakal sih” kata Elen sambil mukul-mukul aku.

Aku pegang tangannya dan aku cium pipi yang satunya, wajah Elen pun makin memerah. Aku elus pipinya dan mau aku cium bibirnya,

“Gak mau ah mas” katanya.

Tapi aku tetep maksa cium dia dan akhirnya bibir manisnya berhasil aku lumat perlahan, Elen pun memejamkan mata menikmati ciuman dariku. Aku tambah bernafsu menciumi bibir Elen dan mulai memainkan lidahku. Beberapa saat kami berciuman, aku lepas ciumanku.

“Elen, di kamar aja yuk!” ajakku.

“Nanti takut ada orang liat kalo disini”

Elen cuma diam dengan wajah yang masih malu-malu. Aku gandeng tangannya masuk ke kamar kost ku dan pintu aku kunci.

“Kok dikunci pintunya mas?” tanya Elen polos.

“Gak pa pa” jawabku.

Aku lanjutin ciumin bibir Elen sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya, meremas pantatnya. Saat aku coba meraba susunya,dia mencoba menahan tanganku tapi karena kalah kuat denganku, aku tetap saja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil terus berciuman.

Tangan Elen masih mencoba menahan tanganku meraba kedua susunya. Lama berciuman aku rebahin tubuh Elen di kasur dan aku menindih tubuhnya. Aku lepas ciuman di bibirnya,mulai menciumi lehernya, meremas lembut susunya kiri kanan, aku coba buka kancing bajunya tapi Elen mencegah.

“Jangan mas..!”

Tapi tetap saja aku paksa buka kancing bajunya satu persatu sehingga terlihat penyangga susunya yang berwarna putih lalu perlahan kulepas bajunya. Aku buka pengait branya sambil menciumi bibir dan leher Elen dan melepas bra dari tubuh Elen. terlihat payudara Elen masih sangat indah,kencang dengan puting kecil berwarna kemerahan.

Elen hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat aku mulai menjilati puting dan meremas susunya, terus bergantian kanan kiri dengan meninggalkan tanda merah bekas cupanganku. Elen pun semakin menikmati cumbuan itu, susunya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya, kedua tangannya menjambak rambutku.

“Eemhh… ukhh… masss…”

Aku lepas baju juga celana pendekku, tinggal celana dalam saja yang kelihatan tidak muat menampung penisku yang sudah berdiri dari tadi.

“Ih mas, kok dilepas semua?”

“Udah sempit nih Elen” jawabku.

Aku kembali menindih tubuh Elen dan kali ini aku cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya, kembali melumat bibirnya,lehernya, susunya lalu turun ke perut. Desahan Elen terdengar kembali,

“Eehhh… mass… mmmh…”

Lama aku bermain di daerah susu dan perutnya, aku coba buka kancing dan resleting celana Elen.

“Mas jangan mas.. Elen ga mau..” cegah Elen tegas.

Aku coba ngertiin Elen dan kembali menciumi bibirnya. Setelah dua kali mencoba dan ga diijinin, sambil aku lumat bibirnya tangan kananku kembali mencoba membuka resletingnya, ternyata kali ini Elen hanya diam dan merelakan aku melepas celana panjangnya. Sekarang kami berdua hampir bugil dengan hanya memakai celana dalam. Aku ciumin pahanya, perutnya, susunya, bibirnya dan menindih tubuh Elen lagi, kali ini aku gesek-gesekkan penisku ke memek Elen sambil bermain lidah di mulut Elen.

Elen sedikit mengangkangkan kakinya sehingga aku gampang menggesekkan penisku. Cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, aku kembali menciumi leher, susunya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Elen yang masih tertutup celana dalam. Elen menggeliat keenakkan dan meremas rambutku dengan keras waktu aku ciumin bagian memeknya.

“Eeehh… mhh… masss… ahhh…”

Beberapa saat aku sudahi ciumi memek Elen dan melepas celana dalam aku.Elen masih terbaring di kasur.

“Elen.. mas pengen diciumin kaya mas ciumin punya Elen tadi dong” pintaku merayu, Elen menggelengkan kepalanya.

“Ayo dong sayang” rayuku.

“Elen belom pernah mainan itu mas” jawabnya.

“Sekarang Elen coba deh…”

Aku deketin penisku ke wajah Elen,

“Ayo sayang!!” rayuku lagi.

Dengan malu-malu Elen memegang penisku dan dengan ragu Elen menciumi penisku.

“Uuh.. enak sayang.. sedot sayang…”

Elen pun mulai terbiasa dan tau apa yang harus diperbuat, Elen mengocok penisku di mulutnya. Beberapa saat Elen mengulum penisku, dia bilang,

“Mas, udah ya mas..”

“Iya sayang” jawabku”

Kini giliranku lagi membuat Elen keenakkan. Aku cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi. Elen mendesah keenakkan,

“Ehhhmm.. mmmhh…”

Saat Elen sedang terbuai, aku lepaskan celana dalamnya. Tubuh Elen yang tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin aku ga tahan, putih, bersih dan mulus. Bagian memeknya baru mulai ditumbuhi rambut-rambut halus keliatan seksi banget.

Aku lumat lagi bibir Elen sambil tanganku mengelus-elus memeknya, aku pijit lembut klitorisnya. Aku beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, aku gigit ringan klitorisnya, Elen menggeliat dan menjambak rambutku dengan keras.

“Masss… Elen mau kee.. luu.. ar…”

Elen mendapatkan orgasme pertamanya, memeknya basah dengan cairan yang keluar.

“Aakhhh… ehhhmmm…” Elen terus mendesah karena orgasmenya.

“Elen mau yang lebih enak lagi?” tanyaku setengah merayu.

“Gimana mas?” tanya Elen polos.

“Caranya mas masukin punya mas ke memek Elen”

“Gak mau ah mas, kan belom boleh.. sakit katanya mas” jawabnya.

“Gak kok ga sakit.. enak banget malah” rayu setanku.

Elen hanya diam, dan aku mulai mencumbunya lagi.

“Mas masukin sekarang yah” bisikku di telinganya.

Kakinya aku kangkangin, terlihat wajah ragu Elen saat aku arahkan penisku ke memeknya, aku cium dulu kening dan bibir Elen. Aku gesek-gesekkan penisku ke memek Elen yang masih basah oleh cairan orgasmenya dan memulai penetrasikan penisku sedikit demi sedikit, memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penisku yang masuk ke lubang senggamanya, aku keluarin penisku dan penetrasi lagi lebih dalam.

“Mas saakit mas…” rintih Elen.

Aku cabut penisku yang belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Elen. Aku cium lagi bibir Elen

“Tahan ya sayang…” bisikku.

Kembali aku penetrasikan penisku perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi, terlihat darah keluar dari memek Elen. Elen menjerit kesakitan,

“Aaakhh… saakittt mas…”

Kini penisku benar-benar ditelan dan terasa terjepit lubang senggama Elen. Terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya. Wajah Elen masih menahan sakit karena keperawanannya robek oleh penisku. Aku diam beberapa saat agar Elen mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya.

Setelah dia agak tenang, aku mulai menarik dan mendorong penisku, maju mundur perlahan. Aku terus mengocokkan penisku di memeknya perlahan, terasa lubang senggama Elen sudah bisa menerima penisku, aku percepat gerakan penisku. Elen pun sudah tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.

“Aakhhh… ukhh…mass… akhh…” desah Elen keenakan.

Aku ciumi bibir Elen sambil terus mengocok penisku di memeknya.

“Uukhhh… aakhhh… ehhmm…” desahan nikmat kami berdua.

Elen mendekap erat tubuhku

“Elen mau keluar lagi” bisiknya.

Terasa cairan hangat menyemprot kepala penisku, Elen orgasme yang kedua kali. Penisku terus keluar masuk di memek Elen. Beberapa saat setelah Elen orgasme yang kedua, aku merasa sudah hampir mencapai orgasme. Aku mempercepat gerakan penisku.

“Mas udah mau keluar Elen”

“Aakhhh… Elen jugaa…”

Ternyata Elen orgasme duluan. Merasa sudah di pucuk, aku cabut penisku dan menumpahkan spermaku di perut Elen.

“Aakhh… mmmmhh…”

Kami berdua terkulai berdampingan, aku menyeka keringat di kening Elen dan mengecupnya.

“Makasih ya sayang” bisikku.

Elen hanya tersenyum kecil. Aku membersihkan sperma di tubuh Elen yang terkulai lemas dan darah di memeknya dengan handuk kecil.

“Bobo aja bentar sayang, nanti mas bangunin” kataku.

Tak lama Elen pun terlelap dan aku tutupi tubuhnya dengan selimut. Aku pandangi wajah Elen, memang manis banget anak ini, beruntung banget aku bisa dapetin dia. Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, aku cium pipi Elen buat bangunin dia.

“Bangun sayang udah sore” kataku.

Elen pun bangun. Saat akan berdiri Elen masih merasa perih di memeknya.

“Aakhh…” rintih Elen sambil menggigit bibirnya.

Elen perlahan mengenakan semua pakaiannya kembali.

“Kamar mandi mana mas?” tanya Elen.

“Oh itu dibelakang” kataku sambil menunjuk kamar mandi.

Terlihat Elen berjalan pelan menahan sakit di kemaluannya menuju kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi Elen pamit pulang.

“Mas Elen pulang dulu ya, udah sore banget” katanya.

“Iya, Elen jangan lewat depan rumah Vita ya, lewat samping aja” saranku.

Sebelum pulang aku cium lagi kening dan bibir Elen

“Jangan bilang siapa-siapa ya sayang” bisikku, Elen hanya mengangguk.

“Hati-hati ya Elen”

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay.