Suka Cerita Sex Pelajar Binal | Suka Sex
agen bandarq online
Home / Cerita Sex Pelajar / Suka Cerita Sex Pelajar Binal

Suka Cerita Sex Pelajar Binal

Web Khusus Dewasa Yg Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngetart, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Kisah ini ketika aku masih di kelas 2 SMP, disekolahku juga terkenal banyak anak nakal yang bersekolah disini termasuk aku waktu itu, dan disini ada teman sekelasku namanya Ika dia dekat dengan cowok yang paling bandel disekolah, cara bicara Ika pun juga sembarangan asal ngomong banyak julukan kepada dia terutama cewek Binal.

Suka Cerita Sex Pelajar Binal

 cerita sex Pelajar 2017, cerita sex panas Pelajar 2017, cerita sex terbaru Pelajar 2017, cerita sex hot Pelajar 2017, cerita sex foto Pelajar 2017 cerita sex mesum pelajar2017

Ika seorang gadis yang cukup manis dengan ciri-ciri tinggi yang pada waktu itu sekitar 160 cm, berat badan 45 kg dengan kulit putih serta bentuk wajah yang oval. Ika memiliki rambut sebahu, hitam tebal, pokoknya oke punya tuh doi.

Setelah bel kelas berbunyi yang tandanya masuk belajar, semua muridmurid masuk ke kelas. Tetapi anehnya, empat anak yang terdiri dari 3 cowok dan 1 cewek itu masih mengobrol di luar kelas yang tempatnya tidak jauh dari WC, dan sepertinya terjadi kesepatan diantara mereka.

Setelah pelajaran kedua selesai, temanteman cowok yang bertiga itu meminta ijin keluar untuk ke WC kepada guruku yang mengajar di pelajaran ketiga, sehingga membuatku curiga.

Di dalam hatiku aku bertanya, “Apa yang akan mereka perbuat..?”

Tidak lama setelah temanteman cowok meminta ijin ke WC tadi, malah Ika pun meminta ijin kepada guru yang kebetulan guru pelajaran Bahasa Indonesia yang lumayan boring. Rasa penasaranku makin bertambah dan temantemanku juga ada yang bertanyatanya mengenai apa yang akan mereka perbuat di WC.

Karena aku tidak dapat menahan rasa penasaranku, akhirnya aku pun meminta ijin untuk ke WC dengan alasan yang pasti. Sebelum sampai di WC kulihat temanteman cowok kelasku yang bertiga itu kelihatannya sedang menunggu seseorang. Tidak lama kemudian terlihat Ika menuju tempat temanteman cowok tersebut dan mereka bersama-sama masuk ke kamar WC secara bersamaan.

Rasa penasaranku mulai bertambah, sehingga aku mendekati kamar WC yang mereka masuki. Terdengar suara keributan seperti perebutan makanan di ruangan tersebut.

Akhirnya aku masuk ke kamar WC, secara perlahanlahan kubuka pintu kamar WC yang bersampingan dengan kamar WC yang mereka masuki, sehingga percakapan dan perbuatan mereka dapat terdengar dengan jelas olehku.

“Hai Tun, Sep, siapa yang akan duluan..?” tanya Imam kepada mereka.

Dijawab dengan serentak dari mulut Ika seorang cewek, dia menjawab dengan nada menantang,

“Ayo.., siapa saja yang akan duluan. Aku sanggup kok kalaupun kalian langsung bertiga..!”
Aku bertanya-tanya, apa sih yang mereka perundingkan, sampaisampai saling menunjuk dan menantang seperti itu.

Tapi aku tetap terdiam membisu sambil memperhatikan kembali, apa yang akan terjadi.

Setelah itu, tidak lama kemudian Galih menjawab dengan nada ringan, “Yah udah, kalau begitu Kita bertiga barengbareng ajah. Biar rame..!” katanya.

Langsung disambut ucapan Galih tersebut oleh Ika, “Ayo cepetan..! Nanti keburu pulang sekolah.”

Dan akhirnya Abas pun berucap, “Ayo Kita mulai..!”

Setelah itu tidak terdengar suara percakapan mereka lagi, tetapi terdengar suara reslueting yang sepertinya dibuka dan juga suara orang membuka baju.

Tidak lama kemudian terdengar suara riang mereka bertiga dengan ucapan menanyakan pada Ika,

“Hey Ka.., Siapa sih yang paling besar alat kelamin Kami bertiga ini..?”

Ika pun menjawab dengan nada malumalu, “Kayanya sih Abas yang paling gede, hitam lagi.” dengan sedikit nada menyindir dan langsung dijawab oleh Abas, “Hey Ka..! Cepetan buka tuh baju Kamu, biar cepet asik si Joni, Kita nih enggak kuat lagi..!”

Setelah terdengar Ika membuka bajunya, tidak lama kemudian terdengar suara temanteman cowok bertiga, Abas, Galih, Imam dengan nada ganas, “Wauw.., benarbenar body Kamu Ka, kaya putri turun dari langit..!”

Tidak lama kemudian Galih bertanya pada Ika, “Ka.., kalau Aku boleh tidak meraba buah dadamu ini yang bagaikan mangkuk mie ini Ka..?”

Ika pun menjawab dengan nada enteng, “Yah sok aja, yang penting jangan dirusak ajah..!”

Abas pun sepertinya tidak mau kalah dengan Galih, dia pun bertanya, “Ka.., Aku bolehkan memasukkan alat kelaminku ke lubang gua rawamu ini kan Ka..?” sambil meraba-raba alat kelamin Ika.

Ika pun menjawab dengan nada mendesak, karena alat kelaminnya sepertinya sedang diraba-raba oleh Abas, “Aahh.. uhh.. boleh Tun.. asal jangan sangar yah tun..!”

Dan terakhir terdengar suara Imam yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”

Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Uuuhh.. iyaiya, boleh deh semuanya..!”

Suarasuara tersebut terdengar olehku di samping kamar WC yang mereka isi, yang kebanyakan suarasuara tersebut membuat saya risih mendengarnya, seperti, “Aaahh.. eehh.. aawww.. eheh.. owwoowww.. sedap..!”

Dan tidak lama kemudian terdengar suara Ika, “Kalian jangan terlalu nafsu dong..!” kata Ika kepada temanteman cowok tersebut, “Karena Aku kan sendirian.., sedangkan Kalian bertiga enggak sebanding dong..!”

Tetapi mereka bertiga tidak menjawab ucapan Ika tersebut, dan akhirnya terdengar suara jeritan kesakitan yang lumayan keras dari Ika, “Aaawww.., sakit..!”

Ika kemudian melanjutkan dengan ucapan, “Aduh Tun.., Kamu udah mendapatkan keperawanan Saya..!”

Dijawab dengan cepat oleh Abas, “Gimana Ka..? Hebatkan Saya.”

Setelah itu Abas pun mendesah seperti kesakitan, “Adu.. aduh.., kayanya alat kelaminku lecet deh dan akan mengeluarkan cairan penyubur.” kata-katanya ditujukan kepada temantemannya.

Tidak lama kemudian Imam bertanya kepada Ika, “Ka aku bosan cuma menyiumi Kamu aja Ka.., Aku kan kepingin juga kaya Abas..!”

Imam pun langsung bertukar posisi, yang anehnya posisi Imam tidak sama seperti yang dilakukan Abas, yaitu memasukkan alat kelaminnya ke lubang pembuangan (anus) dari belakang, sehingga Ika tidak lama kemudian menjerit kedua kalinya.

“Aaawww.. Iiihh.. perih tahu Wan..! Kamu sih salah jalur..!” rintih Ika menahan sakit.

Tetapi sepertinya Imam tidak menghiraukan ucapan Ika, dan terus saja Imam berusaha ingin seperti Abas, sampai alat kelaminnya mencapai klimaks dan mengeluarkan cairan penyejuk hati. Hanya berlangsung sebentar,

Imam pun menjerit kesakitan dan alat kelaminnya pun dikeluarkan dari lubang pembuangan dengan mengatakan, “Aaahh.., uuhh.., uuhh.., enaak Ka, makasih. Kamu hebat..!”

Galih yang setia hanya meraba-raba payudara Ika dan sekali-kali menggigit payudara Ika. Tetapi ternyata akhirnya Galih bosan dan ingin seperti kedua temannya yang mengeluarkan cairan penyubur tersebut sambil berkata, “Ka.., Aku juga mau kaya mereka dong, ayo Ka..! Kita mainkan..”

Ika menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep..! Kayanya Aku udah capek Sep, sorry yah Sep..!”

Akhirnya Galih kesal pada Ika dan langsung saja Galih menarik tangan Ika kepada alat kelaminnya dengan menyodorkan alat kelaminnya.

“Ka.., pokoknya Aku enggak mo tahu.., Aku pinggin kaya mereka berdua..!”

Ika menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep.., gimana yah, Aku benar benar lemas Sep..!”

Aku tetap terdiam di kamar WC tersebut.

Ada sekitar 45 menit berlanjut, dan aku pun berpikir apakah mungkin mereka berbuat oral seks karena masih duduk di SMP. Hal ini mendorong rasa penasaran tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya aku dapat melihat mereka dari atas, karena kamar WC di sekolahku pada waktu itu tembok pembaginya tidak tertutup sampai dengan atas langit, sehingga aku dapat melihat mereka berempat. Karena kesal akibat Galih tidak dipenuhi permintaannya, akhirnya Galih menarik kepala Ika ke depan alat kelaminnya yang sudah menegang tersebut.

Galih berkata dengan nada mengancam kepada Ika, “Ayo Ka..! Kalo gitu kelomohi alat kelaminku hingga Aku merasakan enaknya seperti mereka..!”

Setelah berusaha memanjat untuk melihat adgean secara langsung, aku dapat melihat dengan jelas. Ika seorang cewek langsung saja mengerjakan apa yang disuruh oleh Galih, sedangkan temannya yang berdua lagi, Abas dan Imam duduk di lantai, tergeletak menahan rasa enak bercampur sakit yang mereka rasakan tersebut.

Tidak berlangsung lama, Galih berkata kepada Ika, “Ka.., Ka.., Ka.., ahh.. aah.. awas Ka..! Aku akan mengirimkan cairan penyuburku yang hebat ini..!”

Kulihat Ika langsung menyopotkan alat kelamin Galih dari mulutnya, dan terlihat raut wajah Ika yang sayu dan sendu bercampur gembira karena dapat uang dan sedih karena keperawanannya sudah hilang oleh mereka bertiga.

Dasar Galih sedang kesal, Galih menyemprotkan cairan penyuburnya kepada Ika dan kedua temannya dengan mendesis kesakitan terlebih dahulu.

“Aaahh.., uuhh.., Awas cairan penyuburku ini diterima yah..!” kata Galih sambil tangannya tetap mengocokkan penisnya.

Kulihat Galih menyempotkan cairan penyubur itu dari alat kelaminnya secara kasar.

Setelah ada 15 menit sehabis Galih mengeluarkan cairan penyuburnya, kulihat mereka langsung berpakaian kembali setelah mereka menyopotkan bajubaju mereka sampai tidak tersisa sehelai kain pun.

Sebelum mereka keluar, aku langsung cepat keluar dari kamar mandi tersebut secara perlahanlahan agar tidak terdengar oleh mereka. Kemudian aku menuju ke kelas yang telah memulai pelajarannya dari tadi. Hanya berselang beberapa menit, mereka masuk ke kelas seorangseorang agar tidak ketahuan oleh guru kami.

Hari itu tidak terasa lama sampai bel keluar sekolah berbunyi. Kulihat mereka bertiga teman cowokku, Galih, Imam, Abas sedikit lelah, seperti kehabisan nafas dan anehnya mereka berjalan seperti kehabisan tenaga.

Karena aku suka iseng ke temen, aku langsung bertanya kepada mereka bertiga, “Hey Kalian kayanya pada lemes banget. Habis ngebuat su.., sumur yah..?”

Langsung dijawab dengan enteng oleh perwakilan mereka bertiga, yaitu Galih, “Iya Bie, enak tahu kalo ngegali sumur tersebut dengan ramerame..!”

“Ohh gitu yah..?” jawabku dengan tersenyum karena tahu apa yang mereka perbuat tadi.

Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat Ika berjalan sendirian dengan memegang tas kantongnya yang sehari-hari tasnya selalu di atas pundaknya. Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.

Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Ka.. tunggu..!”

Ika menjawab dengan nada lemas, “Ada apa Bie..?”

Karena aku juga ingin iseng padanya, kulangsung bertanya, “Ka.., kayanya Kamu kecapean. Habis tertembak peluru nyasar yang menghajarmu, ya Ka..?”

Ika pun menjawab dengan nada kesal, mungkin bahkan tersindir, “Yah.. Bie.., bukan peluru nyasar, tapi burung gagak yang nyasar menyerang sarang tawon dan goa Hiro, tahu..!”

Mendengar nadanya yang tersinggung, aku langsung meminta maaf kepada Ika.

“Ka.., maaf. Kok gitu aja dianggap serius, maaf yah Ka..?” kataku menenangkannya sambil tersenyum bersahabat.

Karena aku penasaran, aku langsung menyerempetmenyerempet agar terpepet.

“Ka.., boleh enggak Ka, Aku coba masuk ke goa Hiro tersebut..? Kayanya sih asik.. bisa terbang kaya burung..!” pintaku sambil tertawa pelan.

Karena Ika sudah kesal dan lelah, Ika menjawab, “Apa sih Kamu Bie..? Kamu mau goa Saya, nanti dong antri.., masih banyak burung yang mau masuk ke goaku, tahu..!”

Dan akhirnya aku tertawa dengan rasa senang.

Ini merupakan pengalaman hidup saya yang dijamin asli.


Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngetart, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*