Suka Cerita Sex Gairah Selingkuh | Suka Sex
agen bandarq online
Home / Cerita Sex Selingkuh / Suka Cerita Sex Gairah Selingkuh

Suka Cerita Sex Gairah Selingkuh

www.sukasex.com adalah web Khusus Dewasa Yg mengulas Cerita Sex Hot Terbaru, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Janda, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Mahasiswi, Selingkuh, Cerita Sex Horny, Cerita Sex Memek Perawan 18+. Ya sebelumnya aku sudah mengirim cerita dengan mesum bersama vagina Nisa, yang disitu aku memulainya jika ingin tahu seluk belukku disarankan untuk membaca link diatas tadi, langsung saja kecerita setelah hubunganku dengan Nisa membaik lagi, walapun kita jarang bertemu karena kami belajar diluar kota, mungkin hanya 2 minggu sekali kita bertemu.

Suka Cerita Sex Gairah Selingkuh

cerita sex perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan terbaru 2017, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga 2017, cerita cerita perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan ibu 2017, cerita perselingkuhan di kantor 2017, cerita ngesek perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan wanita 2017, cerita perselingkuhan istriku 2017, cerita perselingkuhan bergambar 2017, cerita mesum perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan dengan tetangga 2017, perselingkuhan cerita 2017, cerita perselingkuhan sampai hamil 2017, cerita perselingkuhan tetangga 2017, cerita hubungan perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan terpanas 2017, cerita birahi perselingkuhan 2017, cerita bokep perselingkuhan 2017

Hubungannku dengan Radit juga sudah baik karena aku dikenalkan pacar barunya bernama Eva, orangnya juga cantik dan seksi tak kalah dengan pacarku tapi untuk ukuran payudaranya memang aku akui lebih besar dari Eva kayaknya.

Peristiwa ini saat aku menjenguk Nisa karena rasa kangen yang lama dan gak bisa ditahan lagi, aku putuskan untuk menuju ke kota dia belajar, dengan sengaja aku belum mengasih kabar kepada Nisa, karena kau ingin member surprise kepada dia, Nisa juga sama denganku rasa kangennya waktu aku telpon beberapa hari yang lalu dia mengungkapkan kalau dia kangen banget.

Pagi harinya aku sampai dengan gojek aku menuju rumahnya, aku telpon dia dari handphoneku,

“hallo Nisanya ada” aku telepon dengan telepon rumahnya.

“Nisanya barusan aja keluar” (ibunya yang mengangkat)

“kalau boleh tau kemana ya bu”

“katanya dia ke kampus untuk bimbingan atau apa, Ibu juga kurang paham.
“ohhh kalau begitu terimakasih bu”

Saat aku tutup teleponku aku lihat dari kejauhan kalau Nisa baru saja lewat didepanku dengan mobilnya dan berpakain yang seksi cantik pula, aku sempat curiga biasanya kalau dia bimibingan dandanannya tidak secntik itu, kemudian aku putuskan untuk mengikuti dia dengan gojek.

Aku lihat dari kejauhan tiba tiba mobilnya berhenti , dan dibuka pintu mobilnya, terlihat cowok yang benar aku kenal yaitu Radit, dia adalah teman sekampus Nisa, belum sebentar kemudian Radit masuk ke dalam mobil, Radit yang gantian menyetir dan Nisa duduk disebelahnya.

Saat dilampu merah aku terkejut Nisa menoleh dibelakang , langsung reflek aku menundukan kepalaku agar tidak ketahuan, selang beberapa waktu aku terkejut melihat Nisa mencium pipi Radit, dan menundukan kepala ke bahu Radit yang masih menyetir, tapi aku masih bersabar untuk mebuntuti mereka kemana dia pergi.

Kendaraan Nisa menuju ke sebuah wisata yang mana tempatnya dingin dan tempat itu merupakan salah satu tempat aku dan Nisa bermadu kasih, keringat dingin dan memanas langsung aku rasakan seketika di tubuhku, dengan tenang aku menghela nafas panjang dan dari kejauhan aku menelepon dia , dia kan tidak tahu kalau aku sedang berada disini.

“sayang kamu lagi ngapain”

“lho kamu yang nelpon to sayang , kok disembunikan nomer nya”

“maaf lupa belum aku ganti privat nomernya, hehe “

“sedang apa nih sayang “dan lagi dimana” tanyaku kepada Nisa.

“ohhh aku mau ke tempat bu dosen untuk bimbingan nih, mau konsultasi karena kemarin skripsiku banyak yang dicoret”

“rumahnya dimana emangnya”

“di jalan xxxxxxxx dengan nada yang gugup dia jawab sekenanya”

“yang aku tahu kalau rumah bu dosennya ada di jalan. YYYY”

“ohh ya udah kalau gitu hati hati ya sayang jaga diri baik baik”

“ Iya sayang makasih, muacchhh sambil menutup telponku”

Hihh semakin jengkel aku mendengar perkataan Nisa yang bohong jelas jelas aku sedang mengintai dia masih mesranya denganku.

Dengan jawaban tadi aku yakin betul kalo Nisa dan Radit sedang menuju ke tempat wisata di kota B. Terbayang di wajahku pergumulan yang pernah aku lakukan bersama Radit dan Nisa, ada gairah, ada cemburu yang membara.

Tapi kenapa mereka lakukan ini? Kenapa Nisa menghianatiku? Kenapa Radit menyalahgunakan kepercayaanku? Bukankah kuajak dia ikut bergabung pada permainan dulu itu agar tak ada cemburu diantara kita? Kenapa mereka melakukan ini tanpa seijinku bahkan berbohong kepadaku? Sejuta pertanyaan terus melintas di kepalaku.

Aku menyalahkan diriku sendiri kenapa kuajak Radit waktu itu? Ah semuanya sudah telanjur, aku nggak bisa membayangkan lagi apa yang mereka perbuat selama ini ketika aku di luar kota. Dengan dalih skripsi mereka bebas melakukan apa saja.

Di sela-sela kegundahanku tiba-tiba kuingat Eva, pacar Radit. Sedang apa kira-kira dia? Tahukah ia kalo Radit selingkuh dengan Nisa.

Tiba-tiba ada gairah dalam diriku untuk menikmati tubuh Eva, kubayangkan bodynya, putihnya dan pantatnya yang aduhai. Kulihat Hpku kucoba cari nomornya, ah bersyukur aku ternyata aku masih menyimpan nomornya.

“Hallo Eva?”

“Iya.. Siapa nih?”Suaranya merdu dan manja sekali.

“Ini Varel..”

“Oh Bang Varel. Gimana kabarnya Bang?” sapanya sangat lembut dan ramah.

“Baik.. Eva sendiri gimana? Baik juga kan?”

“Iya Bang”

“Lagi dimana nih Eva”

“Di tempat temen Bang, di U”

“Lho nggak pacaran, kan hari sabtu?”

“Aduh Bang, Radit lagi sibuk sekali akhir-akhir ini ngerjain skripsi, jangankan pacaran telp aja aku takut ganggu.. Lho bukannya Radit lagi ke dosen ama Mbak Nisa? Abang di K kan? Belum ketemu Mbak Nisa?” tanyanya seperti memberondong.

“Oh ya tho.. Belum tuh Niss.. Eh kamu di kota U ya? Aku juga di U nih.. Gimana kalo kita ketemu, itung-itung ngilangin kangen sebagai sesama ditinggal pacar sibuk skripsi.. He.. He..” kucoba sambil bercanda sekaligus menghilangkan rasa cemburuku pada Nisa dan Radit.

“Ah Abang bisa aja.. Tapi boleh juga Bang, soalnya temenku juga mau pergi bentar lagi”

“Ya udah kujemput kamu ya..” Setelah Eva memberikan alamat temennya lalu kusuruh sopir taksi meluncur ke alamat tersebut.

“Pagi Eva”

Gila kulihat cantik sekali Eva pagi ini badannya yang dibalut kain ketat serta celana ketat tiga perempat seolah memamerkan semua tonjolan yang ia punya.

“Eh Abang.. Udah dateng kok cepat sekali?”

“Iya nih.. Ternyata posisiku tadi udah dekat.. Yuk” ajakku sambil mengandengnya masuk ke taksi. Terasa harum wangi parfumnya membuat ‘adik’ku menggeliat.

Setelah memasuki taksi, kemudian kami meluncur dengan cepatnya, seakan tahu betul sopir taksi itu mengarahkan ke obyek wisata B.

“Kemana kita Bang?” Tanya Eva melihat taksi ke arah B

“Gimana kalo kita ke B, sambil lihat pemandangan. Di jakarta lihatnya gedung terus sih..”

“Boleh Bang.. Siapa takut.. Asal nggak aneh-aneh aja Abang”

“Aneh-aneh gimana maksudnya?”

“Ya kan dah lama nggak ketemu Mbak Nisa.. Aku nanti jadi pelampiasan lagi” katanya sambil mengerling penuh arti.

“Dasar kamu..” kataku sambil kucubit dia.

Di perjalanan kami terus bercanda, cerita kesana-kemari sampe akupun agak lupa kalo tujuanku adalah investigasi Nisa dan Radit. Hingga karena taksi dikemudikan sangat cepat maka tanpa diduga sebelumnya posisi taksiku persis di belakang mobil Nisa yang dikemudikan Radit.

“Bang itu bukannya mobil Mbak Nisa? Yang nyetir Radit kan? Mau kemana mereka? Kok kemari?”

“Itulah yang juga Abang ingin tahu, Abang sejak tadi membuntuti mereka. Trus Abang telp Eva, eh pas di kota U juga, jadi sekalian aja pikirku. Abang juga penasaran kok Eva”

“Pantesan sibuk terus mereka, jangan-jangan”Eva tak meneruskan kata-katanya, matanya berkaca-kaca, ia rebahkan tubuhnya ke dadaku.

“Bang.. Gimana nih Bang?”

“Udahlah Eva.. Gak pa-pa.. Santai aja, toh Eva kan juga sama Abang.. Jadi satu-satu nantinya hehe”

“Ih Abang genit..

“Katanya sambil terus merapatkan ke badanku seakan nggak mau ia lepaskan. Kulihat Eva mulai agak tenang.

Taksi kami terus mengikuti arah mobil Nisa, dari belakang kulihat sesekali Nisa mencium Radit, kadang sebaliknya Radit yang mencium Nisa.

“Ih.. Mereka genit sekali” kata Eva sebel.

“Aku cium Abang juga ah..” Tanpa peduli pada sopir taksi tiba-tiba Eva menciumku.

“Ih nakal kamu” Padahal saat itu adikku betul-betul tegang, aku bergairah melihat apa yang akan diperbuat Nisa dan Radit sekaligus bergairah karena Eva terus merapat ke badanku.

Tiba di kota B. Kulihat mobil Nisa belok ke arah Hotel KDR, aku hafal betul karena di tempat itu aku dan Nisa sering memadu kasih, lalu kuminta sopir taksi untuk terus dulu supaya nggak ketahuan mereka kalo aku dan Eva membuntuti.

“Bang mereka ke Hotel. Mau ngapain mereka? Masak konsultasi di Hotel?” Eva semakin sebel diliputi rasa cemburu, rasa yang sama yang pernah kurasakan dulu (Cemburu Membawa Sensasi).

“Udah Eva, tenang aja nanti kita ikutin mereka”

Setelah beberapa saat taksi kemudian kuminta berputar masuk ke hotel, aku berbincang-bincang sesaat dengan reseptionist yang aku udah lumayan kenal karena langganan lalu aku minta kamar di sebelah Nisa dan Radit. Sedangkan sopir taksi kuminta dia pulang setelah kubayar, karena aku berpikir pulangnya bareng sekalian dengan Nisa dan Radit.

Jalan menuju ke kamarku melewati depan kamar Nisa dan Radit, saat aku lewat terdengar desahan-desahan yang sangat menggairahkan. Kurang ajar batinku ternyata mereka udah nggak mampu menahan lagi, tapi di sisi lain desahan-desahan itu justru membuatku terasa bergairah.

Begitu masuk kedalam kamar aku dan Eva segera mencari lubang yang dapat kami gunakan untuk mengintip aktivitas Nisa dan Radit, tanpa menemui kesulitan kami menemukan lubang yang mampu melihat aktivitas mereka secara jelas namun tak mungkin mereka lihat karena tempatnya sangat tersembunyi.

“Oh Ris.. Aku kangen sekali ama tetekmu” ujar Radit sambil memegang dada Nisa yang masih terbungkus kain lengkap.

“Ohh.. Ohh.. Aku juga Ric, aku kangen ama batangmu yang tegak itu” desah Nisa sambil terus mereka berciuman bibir.

Kulihat Eva begitu dongkol melihat kelakuan mereka, namun sisi laen aku juga lihat kalo Eva wajahnya merah, kuduga selain menahan amarah ia juga menahan gairah melihat aktivitas Radit dan Nisa. Perlahan kuraba paha Eva yang masih terus mengintip aktivitas Radit dan Nisa.

“Ohh.. Oh..” Lenguhnya tanpa menggeser posisi mengintipnya.

Sementara di seberang kamar kulihat Radit telah berhasil melucuti pakaian atas Nisa hingga yang tertinggal di atas hanyalah BH Nisa.

“Ohh…. Lidahmu nakal sekali”

“Tapi kamu suka kan?”

“He eh.. Ehm.. Oh.. Terusin nakalmu , lepaskan BH ku” Nisa semakin bernafsu.

Aku hafal betul kalau Nisa paling tidak tahan jika teteknya di pegang. Dalam sekejap BH Nisa sudah terlepas dari tempatnya, kini yang nampak adalah dua buah gunung kembar yang menjulang dengan puting yang sudah mengeras. Radit dengan lahap menjilati puting tersebut.

“Ohh.. Enak sekali .. Kok bisa ya sekecil ini di jilat rasanya sampe ke ubun-ubun.. Oh” lenguh Nisa dengan manja menahan gairah. Sementara aku sendiri terus bergerilya di paha Eva..

“Ough.. Ohh.. Enak Bang”

“Lepasin celanamu ya..” Pintaku dengan berbisik

“Ho.. Oh” Kulepas celananya yang tiga perempat, sengaja kusisakan CD-nya biar ada sensasi tersendiri.

“Uhh.. Bang” rintihnya ketika tanganku mengucap vegynya yang masih tertutup CD, namun nampak jelas rambut-rambutnya yang hitam kecoklatan.

“Ohh.. Ouhh.. Ohh.. Kamu pintar sekali Bang” desahannya makin keras tatkala kuraba bibir vegynya yang sudah basah.

Di seberang kamar kulihat Nisa dan Radit sudah tak berpakaian lagi alias telanjang bulat. Nisa kulihat sedang mengoral penis Radit.

“Ohh.. Ris enak.. Sekali.. Oh” Radit meracau.

“Enak mana ama kuluman Eva Ric?” Tanya Nisa sambil terus mengoral.

“Enakan oralmu Nis”.

Mendengar ucapan Radit, Eva menjadi jengkel. Seolah ia akan membuktikan ucapan Radit, kemudian ia segera melucuti celanaku. Terpampanglah penisku yang sudah tegak mengacung. Tanpa banyak basa basi ia langsung kulum penisku.

“Oh.. Ohh..” Bibir tipis Eva ternyata lihai juga mengoral penisku, memang kuakui bibir tebal Nisa lebih mantap untuk mengulum penis, namun demi menyenangkan hati Eva aku tetap memuji dia.

“Auh.. Ogh, enak.. Eva.. Bohong kalo Radit bilang enakan kuluman Nisa.. Ohh..” Seakan makin bersemangat Eva terus mengocok penisku dengan cepat.

“Oh.. Eva enak sekali.. Aku nggak tahan Eva..” sambil terus Eva mengulum penisku, tanganku menyelusup ke dada Eva, kutemukan dua gunung yang memang nggak sebesar punya Nisa.
“Ohh.. Bang.. Aku bergairah sekali.. Bang.. Oh..”

Kulihat di kamar sebelah Nisa dan Radit sudah tidur berpelukan, terdengar dengkuran halus Nisa yang sangat kukenal. Karena aku dan Eva terlalu asyik bermain sehingga tidak sempat melihat sampai klimaks Radit dan Nisa dalam mendaki kenikmatan.

“Bang masukin punyamu Bang.. Ohh.. Aku nggak tahan lagi” perlahan kumasukin penisku di vagy Eva.

“Pelan-pelan Bang.. Oh.. Nikmat.. Ohh”

“Ohh.. Ough..”

“Ouhh.. Ough.. Oghh.. Ohh” Kami terus berpacu mengjar nafsu yang semakin membara seolah lupa kalo di sebelah ada pasangan kita masing-masing.

“Ohh.. Bang aku hampir sampe”

“He eh.. Abang juga.. Dikeluarin dimana?”

“Di luar aja Bang aku lagi subur.. Oh”

“Ya udah Eva keluarin dulu..”

“Oh.. Bang.. Oh.. Ohh” Rintihan panjang Eva mengakhiri klimaksnya.

Ia semburkan lahar basahnya ke penisku, sementara penisku segera kutarik dan kukgoyang-goyangkan dengan keras di atas perut Eva.

“Ohh.. Ohh” cret cret spermaku keluar dengan derasnya di perut Eva.

Kami kemudian berpelukan sangat erat. Sementara itu di kamar sebelah Radit dan Nisa masih tertidur, demikian pula dengan Eva, ia tertidur mungkin karena kecapekan. Sedangkan aku sendiri tak bisa tidur.

Sambil menghisap rokok aku berpikir keras untuk menggali ide agar dapat menyelesaikan konflik perselingkuhan ini dengan happy ending dengan tanpa amarah bahkan kalo bisa dengan gairah, karena bagaimanapun awalnya aku yang salah dan aku memang sangat mencintai Nisa, tapi vegy Eva pun juga lezat rasanya.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay