Suka Cerita Sex Merasa Segar Dekat Winda

>
Web Khusus Dewasa Yg Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngetart, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+.  Sangat panas udara siang ini di dalam kereta yang aq tumpangi, sekarang aq mau kerumah nenek kenapa aq memakai tranportasi kereta karena supaya cepat dan dan tidak berdesak desakan seperti naik angkutan umum contohnya metro mini, sekitar 4 jaman aq sudah sampai di kota nenekku, dengan memakai kendaraan ojek aq menyusuri gang gang kecil yang berada di kampungnya

Suka Cerita Sex Merasa Segar Dekat Winda

 cerita sex sedarah, cerita ml sedarah, cerita ngesex sedarah, sedarah cerita, cerita hubungan sedarah, cerita sedarah bergambar, cerita ngetot sedarah, cerita 18 sedarah, cerita sedarah keluarga, cerita sedarah panas, cerita sedarah baru, daftar cerita sedarah, cerita seks sedarah, cerita sedarah kakak, cerita bokep sedarah, cerita nakal sedarah, cerita ngntot sedarah, cerita sedarah adik, cerita sedarah new, cerita sedarah terkini, cerita sedarah 18, cerita wanita sedarah, cerita cerita sedarah

"Kulo nuwun.., Mbah.. Mbah..?" sapaq sambil mengetuk-ngetuk pintu.

"Lah, koe toh Lik. Masuk.. masuk, Mbah kirain siapa. Numpak bus opo sepur..?"

"Kereta, Mbah."

"Gimana kabar Bapak sama Ibumu..?"

"Baik, Mbah. Ini ada titipan dari Ibu," jawabku sambil meberikan sebuah bungkusan titipan ibu.
"Yo wis, mandi dulu sana."

Aq pun langsung mandi, kalau udaranya panas seperti ini memang paling enak mandi. Jebur-jebur..!
Selesai mandi aq pun ke dapur, kalau bisa sih ingin langsung makan.

Waktu di dapur, yang kutemui bukannya nenekku, tapi seorang gadis, memakai daster hijau sedang berjongkok dekat sumur. Mencuci piring kali yah..? Terlihat dari sini badannya gemuk, tapi pantatnya.. waahh.. Asoy geboy.. gedebuk enjoy.. weleh-weleh.. Aq pun terkesima sesaat, namun..

"Ngeliatin opo toh, Lik..?" tanya nenek mengagetkanku dan membuyarkan fantasi meraih..

"Eh.., Embah. Itu siapa toh, Mbah..?" tanyaq.

"Itu Winda, anaknya Om Sabar, adiknya Bude-mu As, sekarang dia ikut Bude-mu."

"Jadi ya masih sepupuku..?"

"Iya toh..?" jawab nenek.

Winda pun berbalik melihatku, manis juga. Apalagi disambung sama senyuman yang manis itu. Sepetinya sih dia pemalu. Lalu aq dikenalkan sama dia. Saat aq makan, sepertinya dia beberapa kali memandangku dari seberang sana sambil memotongi sayur. Ketika aq membalasnya dia langsung memalingkan pandangannya. Manis juga sepupuku yang satu ini, walaupun gemuk dan terlalu besar untuk anak kelas dua SMP.

Lalu sebuah cerita terjadi, semuanya bermula ketika keesokan harinya aq ke rumah Bude As. Aq pingin pipis, duh.. kebelet banget. Aq langsung lari ke kamar mandi. Kamar mandi memang agak aneh, karena tidak berpintu namun seperti masuk ke dalam ruangan yang disekat-sekat, hanya WC yang ada pintunya.

Karena sudah kebelet banget aq langsung masuk ke dalam ruangan yang ruang antaranya cukup gelap. Ternyata Winda ada di sebelah dalam dekat bak dan membelakangiku. Jarak kami sekitar dua sampai tiga meter. Dengan bengong aq memandangi dari atas ke bawah tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain pun alias telanjang bulat.

Melihat pantatnya yang membujur besar padat membuat 'anu'-ku menegang. Bahenol sekali pantatnya. Belum lagi ketika dia menyamping dan buah dadanya yang ranum terlihat. Aq hanya dapat menelan ludah melihatnya jebar-jebur sambil memegangi adik kembarnya. Jadi pengen megang juga. Tapi karena sudah tidak tahan, aq langsung masuk ke dalam WC dan melepas bebanku.. aahh legaa..

Entah apa yang ada di pikiranku, padahal kalau mau ngintip terus aq bisa saja, tapi aq menunggu di dalam WC sampai Winda selesai mandi baru aq keluar. Gendut-gendut sexy juga tuh cewek. Kalo bukan sepupu kali sudah kutembak. Selesai makan siang, Bude As menyuruh Winda mengajakku jalan-jalan ke ladang tebu. Walaupun panas tapi rasa tetap segar dapat jalan berdua bersama Winda.

"Kamu baru setahun ini di sini ya, Dew..?"

"Iya, Mas. Bapak sama Ibu di Jakarta, jadi aq ikut Bude."

"Di sini sama Jakarta enak mana..?"

"Ya enak di Jakarta, kalo mo jalan-jalan banyak tujuannya."

"Kamu sudah punya pacar belum..? Nanti pacarmu marah lagi liat kamu jalan sama aq.." pancingku.

"Engga toh, Mas. Aq belom punya pacar. Lagian siapa yang mau..?"

"Masak cantik kayak kamu nggak ada yang mau..?"

Winda hanya tersenyum saja.

Menyusuri pematang, kami berdua sepertinya bahagia sekali, tak jarang kami tertawa dan bergandengan tangan. Dua jam kami berjalan, sampailah kami di sebuah stasiun tua tempat pengangkutan tebu, tapi sepertinya sudah lama tidak digunakan lagi. Winda mengajakku masuk melihat-lihat ke dalam.

"Serem ya, Mas..?"

"Ah, siang-siang kok serem. Emang kamu taqt, Dew..?"

"Engga, asal ada Mas Lolik.." jawabnya sambil menggandeng tanganku.

Lalu dia menarikku lebih masuk ke dalam, tibalah kami di satu sudut ruangan.

"Mas.., Mas Lolik sudah punya pacar belum..?"

"Wah, ngga sempet Dew..," jawabku yang sebenarnya berbohong.

"Winda boleh ngga jadi pacar Mas Lolik..?"

"Tapi Dew..," tak sempat menyelesaikannya Winda sudah memotongnya dengan menutup mulutku dan menaruh tanganku di dadanya.

Besar, empuk tapi padat. Awalnya aq tidak ingin sampai.. oh.., namun birahiku pun bergejolak, 'anu'-ku menegang ketika Winda mulai meremas-remaskan tanganku di payudaranya.

"Winda ngga cantik toh, Mas..?" tanyanya sambil merangsang manja.

"Bukan.. bukan itu Dew..," namun Winda terus meremas-remaskan tanganku, benar-benar empuk, padat dan sensasinya begitu nikmat.

Tak kuasa menahan, aq mulai mencium bibirnya sambil meremas-remas sendiri payudara Winda.
Kunikmati ciumannya yang hot sambil menutup mataq. Winda lalu menarik tangan kiriku dan memasukkannya ke bawah roknya.

Pertama aq berpikir akan menyentuh halusnya celana dalam Winda. Ternyata kasar dan itu adalah rambut..! Winda sudah menurunkan celana dalamnya ketika kami berciuman. Sempat kaget aq dibuatnya, namun tanpa basa-basi aq langsung memainkan jariku di sepanjang kemaluannya dan menjelajahi hampir tiap helai rambutnya yang lebat. Kemaluannya pun kian membasah, mengalir cairan kental dari dalam vaginanya. Jari semakin tangguh bermain di tengah beceknya kemaluan Winda.

Tangan Winda tidak mau kalah dan masuk ke dalam celanaq sambil memainkan batangku yang sudah membesar. Dia menurunkan resleting celanaq dan mengeluarkan batangku itu. Dia berjongkok di depanku dan mulai menjilati batangku. Winda mengulum-ngulumnya dan memutar-mutarnya di dalam mulut dengan permainan lidah yang menawan.

Hebat sekali sih dia.. sering nonton 'bokep' kali yah..?

Aq pun gantian jongkok dan mengangkat rok Winda dan mulai melaqkan oral sex pada kemaluan Winda. Lezatnya Juice Cinta yang keluar dari vagina, Juicer alami milik Winda. Aroma kemaluannya yang merangsang membuatku kesetanan menjilati 'garis' dari depan sampai belakang itu.

Kugigit-gigit klitoris Winda, lalu kujilat kelentitnya yang seperti jengger keluar. Winda hanya mengerang dan mendesah menahan rasa sakit yang pasti nikmat itu. Naik aq menjilati perutnya yang gemuk berisi itu. Namun nafsuku tidak memperdulikan bentuk tubuhnya itu, bagiku dia tetap gehoy.. geboy.., S E X Y..

Kujelajahi tiap lekuk dan gunung-gunung di tubuhnya, lalu ke pantatnya yang besar bahenol dan lubang di tengah garis belakangnya tak luput dari incaranku. Lebih naik lagi aq mulai melahap kedua payudaranya yang sepertinya 36B apa C itu, kukulum-kulum puting-putingnya di dalam mulutku dan memainkan lidahku di atas kedua adik kembarnya itu. Tak diam tanganku terus mengorek-ngorek kemaluannya agar terus basah dan menarik klitorisnya, lalu mencoba memasukkan jariku ke dalam vagina Winda.

"Kamu suka, Dew..?"

"Ah.., Mas.. masukin donk.. aah.., masukin aja.. Winda ngga tahan nih..!" jawabnya sambil tak henti-hentinya mendesah.

"Apa yang dimasukin, Dew..? Jarinya..?" tanyaq lagi.

"Jangan.. ah.. aduh enak banget sih.. itu.. itu.. aja.. aduh.. ini lho.." jawabnya sambil mendesah terus dan memegang batangku, "Anunya Mas Lolik, memek Winda udah ngga tahan pengen dicolok-colok aah.. aduh.. ayo dong, Mas..!"

Aq langsung merebahkan Winda di lantai beralas koran dan menjilati memeknya dulu sekali lagi.

"Udah dong, Mas. Masukin aja..!" serunya sambil meremas-remas sendiri payudaranya.

Tanpa basa-basi aq langsung memasukkan batangku ke dalam vaginanya.

"Aaaghh.., yes..!" Winda mengerang, entah kesakitan atau saking enaknya.

"Sakit, Dew..?"

"Engga kok, Mas. Enak.. enak banget. Bener kok. Terusin dong, Mas.. terusin..!" jawab Winda sambil memegang pundakku.

Aq mulai menggerakkan batangku keluar masuk goa di tengah hutan lebatnya Winda. Aaahh.. benar-benar enak banget. Kupikir akan sulit menembus kedalaman vagina Winda, mungkin gara-gara basah banget kali yah jadi gampang.

Saking basahnya vagina Winda yang dipenuhi 'Juice Cinta', aq dengan cepat dapat 'mengasah' batangku di dalam kemaluannya. Kaki yang mengangkang diangkat ke atas benar-benar membuatku terangsang.

"Terus, Mas.. terus.. yes..! Yang dalem.. iya gitu.. terus.. aahh.., iya.. ya.." ujarnya sambil membuka selangkangannya lebih lebar dan menggelepar keasyikan.

Melihat tingkahnya yang begitu, membuatku semakin bersemangat bermain dengannya.

"Enak, Mas..?"

"Enak banget, Dew.. aahh. Kamu suka khan..?"

Winda hanya mengangguk keenakan.

Lelah dengan satu posisi, kami mengganti posisi. Winda berdiri sambil menungging memegang meja tua. Aq langsung 'menusuk'-nya dari belakang.

"Pegang susuku dong, Mas..!" pinta Winda memelas.

Tanpa berpikir panjang aq meladeninya, tangan kiriku memegang satu susu Winda, memilin-milin putingnya, dan yang kanan memainkan kelentit tempat pipisnya keluar.

Winda terus mendesah keasyikan, "Yang dalem.. terus.. aduh.. enak banget sih..! Jangan berhenti ya, Yank..?"

"Aq nggak kuat lagi, Dew. Keluarin yah..? Kamu sexy banget sih.."

"Cium aq dong, Yank. Terus keluarinnya di dalem aja."

Aq pun mencium dan menggigit lidah dan bibirnya yang manis.

"Bener boleh di dalem nih..?"

"Iyah, cuman jangan lepasin tangan yang di memek, yah..? Abis enak banget..!"

"Kecek.. kecek.." terdengar kocokan pada vagina yang basah.

"Mas.. kentotin terus memek Winda, Mas..! Iya..! Gitu..! Aduh..! Aahh..! Winda Orgasme Mas..!"
"Aduh.. aahh.. kamu sexy banget sih Dew..!"

"Creett.. creett.. creett.. creett..!" air maniku pun membanjiri Winda yang sepertinya ingin mengelepar menikmati orgasmenya.

"Jangan dicabut dulu, terus jangan lepas tanganmu, yah..?" pintanya lagi sambil memegang tanganku yang memainkan klitorisnya, "Abis enak banget, mainin terus dong..!"

Aq tak berhenti memainkannya sampai Winda puas. Lalu kucabut batangku yang mulai menyusut lagi.

Setelah melepas lelah, kami berdua pulang ke rumah nenek. Selama liburan kami terus melaqkan hubungan sex hampir setiap hari di stasiun tua itu sampai aq pulang ke Bandung. Bila tak sempat pergi, kami melaqkannya di kamar mandi.

Setelah aq pulang, aq baru tahu kalau ternyata Winda itu anak nakal. Makanya dia diungsikan dari Jakarta ke Jawa Tengah. Dua kali tidak naik kelas. Pantesan badannya terlalu besar untuk anak kelas dua SMP.

Dulu dia suka membolos, jalan-jalan sama pacarnya yang supir dan punya anak istri. Pokoknya dulu dia terkenal nakal. Pantesan dia jago sekali dalam hal bermain sex. Jangan-jangan aq bukan pria pertama yang 'bermain' dengannya di stasiun tua itu.

Tetapi itu tidak mengganggu pikiranku. Lagi pula sejak pindah ke Jawa Tengah, sifatnya berangsur-angsur berubah baik. Hubungan kami berdua pun terus berlanjut. Winda akhirnya menjadi pacar gelapku. Setiap dia pulang ke Jakarta, aq pasti ke rumahnya dan melepaskan rindu dengan terus bermain sex.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngetart, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: