Suka Cerita Sex Berebut Vagina

>
Web Khusus Dewasa Yg Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngetart, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Tak sadar aku sudah ditempat yang mana ada banyak kurisi di depan saya, setelah membuka mataku ternyata tanganku terikat di sebuah kursi. Sudah sadar dan siuman aku melihat 2 orang pria yang sedang berdiri didepanku, badanya terlihat kekar dan ada tatonya,

Suka Cerita Sex Berebut Vagina

kumpulan cerita sex perkosaan, cerita perkosaan sadis, cerita perkosaan nikmat, cerita perkosaan bergambar, cerita perkosaan paksa, cerita perkosaan enak, cerita perkosaan mahasiswi, cerita nyata perkosaan, cerita cerita perkosaan, cerita perkosaan pelajar, cerita perkosaan nyata, cerita perkosaan di hotel, cerita perkosaan wanita, cerita orang perkosaan, cerita perkosaan baru, cerita cinta perkosaan, cerita perkosaan pacar

Berkata “hai kamu sudah bangun ternyata, aku sedang menunggu istrimu pulang”
Tak lama kemudian Desy istriku masuk kedalam rumah dan kaget kemudian pria yang berbadan kekar itu langsung merangkul tubuh Desy dan membekapnya.  Kakinya menendang-nendang. Tapi pelukan si Kekar tidak dapat dilepaskannya. Kemudian ia melihat si Tato, berdiri disampingku dengan pisau panjang di leherku.

"Diem atau dia mati!" katanya.

Desy langsung berhenti meronta-ronta. Sementara itu si Kekar sekarang menekuk tangannya ke belakang.

"Ka, kalian mau apa?"

Si Tato berjalan mendekati Desy tanpa menjawab. Kemudian ia menarik dan merobek t-shirt yang dikenakan oleh Desy. Nafas Desy tersentak ketika dengan cepat si Tato dengan pisaunya melucuti BH dan celana jeans yang dikenakannya.

Sekarang Desy berdiri di tengah ruangan hanya dengan memakai celana dalamnya. Payudaranya yang penuh bulat terbuka, demikian juga dengan tubuhnya yang putih mulus, tidak tertutup selembar benangpun. Desy baru berumur 25 tahun, dan kami baru menikan 3 bulan yang lalu.

"Ampun, jangan.." Desy meronta sambil memandangku putus asa.

"Diem brengsek!" kata si Tato.

Kemudian ia menyeret Desy ke depan kamar mandi, dan ia meletakan kedua tangan Desy pada kusen pintu kamar mandi sehingga Desy berdiri dengan bertumpu ke depan dengan kedua tangannya. Kemudian si Tato melebarkan kaki Desy.

Desy sekarang berdiri dengan kaki terbuka di depan kamar mandi, dan tepat di hadapannya terdapat kaca rias, setinggi tubuh manusia. Kaca itu biasanya digunakan Desy untuk mencoba baju-baju yang baru dibelinya.

Si Tato lalu merobek celana dalam Desy dan menjatuhkannya ke lantai. Sekarang Desy bisa melihat dirinya melalui cermin di depannya telanjang bulat, dan di belakang dilihatnya si Tato sedang mengagumi dirinya.

"Gila bener! Aku suka pantat lo. Lo bener-bener oke!" si Tato menampar pantat Desy yang sebelah kiri yang membuat Desy menjerit dan melompat kesakitan. Lalu tanpa menunggu lagi, si Tato melepaskan celananya dan memperlihatkan penisnya yang sudah keras.

Si Tato kemudian menyelipkan penisnya diantara kedua kaki Desy lewat belakang, untuk diperlihatkan pada Desy.

"Jangan pak. Jangan! Ampun, jangan!" Desy menoleh ke belakang dan memandangku. Terlihat air mata meleleh dari matanya. Aku meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari ikatan.

Si Tato masih tidak peduli melihat Desy memohon-mohon. Kepala penisnya kemudian menyusuri belahan pantat Desy, terus menuju ke bawah, kemudian maju mendekati bibir vaginanyah. Setelah tangan si Tato memegang pinggul Desy dan dengan satu gerakan keras bergerak maju.

"Arrgghh, jangaan! Ampuun!" Desy menjerit-jerit ketika penis si Tato mulai membuka bibir vaginanya dan mulai memasuki lubang kemaluannya. Kaki Desy mengejang menahan sakit ketika penis si Tato terus menembus masuk tanpa ampun.

Si Tato mulai bergerak maju mundur memperkosa Desy dan ketika kepala Desy terjatuh lunglai kesakitan, ia menarik rambut Desy sehingga kepala Desy kembali terangkat dan Desy kembali bisa melihat dirinya disetubuhi oleh si Tato melalui cermin.

Kadang-kadang si Tato menampar pantat Desy berulang kali, aku juga melihat payudara Desy yang tersentak-sentak setiap kali si Tato memasukan penisnya ke dalam vagina istriku.

Tiba-tiba si Tato mengeluarkan penisnya dari vaginanyah. Desy langsung meronta dan berlari menuju pintu, berharap seseorang akan melihatnya minta tolong, biarpun dirinya telanjang bulat. Tapi si Kekar terlebih dahulu menyambar pinggangnya sebelum Desy sampai ke pintu depan.

"Ahh, tolong! Tolommpphh", Teriakan Desy dibungkam oleh tangan si Kekar sementara itu si Tato mendekat dan mengikat tangan Desy menjadi satu ke depan. Setelah itu,

Desy didorong hingga terjatuh di atas lutut dan sikunya. Sekarang si Kekar, membuka celananya dan memasukan penisnya ke mulut Desy.

"Mmpphh!", Desy berteriak, dengan penis di dalam mulutnya. Sementara itu si Kekar masih diam dan terus menggerakkan penisnya di mulut Desy. Mata Desy tertutup dan wajahnya memerah, sementara itu air mata masih meleleh turun di pipinya.

Ketika itu si Tato masuk ke kamar tidur kami dan ketika kembali ia membawa salah satu ikat pinggang kulitku. Si Kekar kemudian mengeluarkan penisnya dari mulut Desy. Desy yang masih tersungkur di atas lutut dan sikunya terlihat lega. Tapi tanpa peringatan lagi, si Tato mengayunkan ikat pinggang ke pantat Desy.

"Aduuh. Sakiit! Ampuun! Jangan, pak, sakit!", si Tato terus memukuli pantat Desy, sementara Desy berusaha merangkak menjauh, dan berusaha berdiri. Akhirnya Desy sampai ke sofa dan berusaha berdiri. si Tato berhenti memukul dan langsung berlutut di belakang Desy dan meremas pantat Desy.

"Jangan bergerak!" anacam si Tato.

Desy sekarang bersandar pada sofa. Payudaranya tertindih badannya di sofa, sementara ia berlutut di lantai.

"Ampun pak! Lepaskan saya pak! Sakit pak! Ampun!".

"Diem!" bentak si Tato. si Tato membuka belahan pantat Desy dan meraba-raba liang anusnya. "Ap, apa, mau kalian.".

"Siap, siap sayang. Aku musti ngerasain pantat lo yang putih mulus ini!".

Desy memandangku dengan ketakutan, kemudian ia menoleh ke si Tato yang ada di belakangnya. Wajahnya mulai memucat.

"Jangan! Jangan pak. Saya nggak mau diperkosa di situ pak! Ampun!".

"Well, aku tetep mau peduli lo mau apa nggak!" si Tato menarik tubuh Desy hingga ia terjatuh di atas sikunya lagi ke lantai, dan mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi. Kemudian ia menempatkan kepala penisnya tepat di tengah liang masuk anusnyah.

Kemudian ia membuka belahan pantat Desy lebar-lebar. "Ampun, jangan! Sakit! Ampun pak, ampun! aakkhh" si Tato mulai mendorong masuk, terus masuk sementara Desy mejerit-jerit minta ampun.

Desy meronta-ronta tak berdaya, hanya semakin menambah gairah si Tato untuk terus mendorong masuk. Desy terus menjerit, ketika perlahan seluruh penis si Tato masuk ke anusnya.

"Ampun! Sakit sekali! Ampun!" jerit Desy, ketika si Tato mulai bergerak pelan-pelan keluar masuk anusnyah.

"Buset! Pantat lo emang sempit banget! Lo emang cocok buat beginian!" kata si Tato sambil memandang mataku.

"Lo udah pernah nyoba pantat istri lo belon? Bener-bener kualitas nomer satu!".

Tangisan Desy maskin keras. "Sakit! Sakit sekali! Ampun, sakit! Sakit pak, ampun!" si Tato menampar pantatnya.

"Gila, aku bener-bener seneng sama pantat lo!"

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu depan. Sebelum Desy sempat berteriak, tangan si Tato sudah menutup mulutnya dan ia mendorong penisnya masuk ke anusnyah. Si Kekar kemudian menuju ke ruang depan yang gelap, ketika pintu depan terbuka.

"Di? Ini aku! Kok pintu lo nggak dikunci sih?"

Citra! Sahabat Desy. "Ntar kalo ada ma.. Aahh!" si Kekar sudah menerkam dan memeluk tubuh Citra dari belakang. Terdengar Citra berontak dan meronta-ronta. Tapi tak lama kemudian Citra masuk dipegangi oleh si Kekar dengan kedua tangan terikat ke depan.

Untuk pertama kalinya si Kekar berkata, "Yang ini punya aku." Citra mempunyai tubuh lebih kurus dan lebih tinggi. Buah dadanya tidak sebesar Desy tapi tidak mengurangi kecantikan dan keindahan tubuhnya. Sementara itu si Tato kembali menyetubuhi Desy lewat pantatnya, sementara si Kekar mulai melucuti pakaian Citra.

"Lepasin! Jangan! Desy, kamu kenapa?" Citra berteriak ketika si Kekar menarik BH-nya hingga lepas dan mulai menarik celana jeansnya.

"Jangan! Lepasin Citra, jangan! Kalian perkosa saja saya. Jangan ganggu Citra! Jangan!" si Tato langsung memasukan penisnya keras-keras.

"Jangan banyak omong! Kita mau lo berdua!" Kemudian ia kembali bergerak dengan brutal dan keras.

Si Kekar berhasil menelanjangi Citra, sementara Citra dengan kedua tangan terikat, berusaha menutupi payudaranya. Si Tato kemudian menarik penisnya keluar dari anusnyah, membuat Desy tersungkur lemas kesakitan di lantai. Kemudian ia membantu si Kekar meringkus Citra.

"Lo mau pake pantatnya juga?" tanya si Tato.

"Tentu dong!"

"Oke"

Kemudian mereka mendorong Citra hingga terjatuh di atas lutut dan sikunya di hadapanku. Kemudian si Tato menyeret tubuh Desy dan membaringkannya di sebelah Citra. Sekarang mereka berdua berada dalam posisi merangkak tepat di hadapanku. Si Kekar dan si Tato mulai membandingkan antara Desy dan Citra.

"Wow, liat mereka! Beda tapi oke semua!".

"Lo pilih yang mana? Yang dada besar atau yang pantatnya kenceng?" tanya si Kekar.

"Aku pikir tadi lo bilang yang pantatnya kenceng punya lo!" jawab si Tato.

"Iya, tapi aku lagi baek nih!".

"Aku ambil yang dadanya gede aja. Pantatnya lebih bunder." jawab si Tato sambil menunjuk Desy.

"Oke kalo gitu yang pantatnya kenceng buat aku!"

Akhirnya mereka berdua berlutut di belakang mereka. Si Tato di belakang Desy dan si Kekar di belakang Citra. Mereka menempelkan kepala kejantanannya ke liang dubur Desy, serta membuka belahan pantat Desy dan Citra. Dan bersamaan dengan mulai mendorong masuk ke dubur mereka berdua yang telah menganga dengan lebar.

"Ampun! Jangan lagi! Sakit! Jangan disitu lagi!", Desy menjerit ketika penis si Tato mulai masuk lagi ke anusnya.

"Aduuhh, sakiit. Desy toloong!" Citra menjerit lebih keras lagi, ketika anusnya yang kecil dimasuki oleh penis si Kekar.

"Diem semua! Dasar cewek murahan!" bentak si Kekar.

Si Tato terus bergerak maju mundur sambil mengerang nikmat. "Wah, aku bener kagum sama pantat istri lo ini!"

Aku tak berdaya melihat kedua wanita itu mengerang dan menjerit diperkosa oleh mereka. Kulihat tangan si Kekar meraih payudara Citra yang kecil tapi padat dan meremasnya keras-keras. Kemudian ia menariknya tanpa kasihan. Jeritan Citra kembali terdengar. Melengking.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngetart, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: