Suka Cerita Sex Bau Harum April

>
Web Khusus Dewasa Yg Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngentot, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Lelaki yang berumur 30 an bernama Angga sedang menikmati jayanya karena adia berpenghasilan yang bisa dikatakan lumayan dia adalah salah satu pioneer perusahaan yang sednag berkembang, orangnya biasa saja dan tak ada yang aneh dalam dirinya, untuk soal seks juga aman saja, karena dia sebisa mungkin untuk menghindari jajanan seks dengan alasan biarkan cinta yang berjalan.

Suka Cerita Sex Bau Harum April

cerita sex ABG, cerita ABG terbaru, cerita ABG ngentot, kumpulan cerita ABG ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata ABG ngentot, koleksi cerita ABG ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru

Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhi mejanya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dengannya. Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dalam one day trade.

Sebagian masuk ke dalam rekening pribadinya. "Aku memang patut mendapatkan," pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Dipandangnya sekitarnya.

Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan. Beberapa anak SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. "Ahh.." kernyitnya. Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sudah mengingatkan agar menunda.

"Instingku semakin bagus saja," senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dengan putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dengan pemandangan di depannya.

Angga menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. "Tenang Angga, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak 1 hari tenangmu," katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya.

Dengan segan ditekannya switch jendelanya. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan beruntun di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 30 menit. Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil.

"Bagus!" ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dengan hambar. "Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah," sungutnya sambil mematikan. Angga menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. "Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya," katanya dalam hati. Tiba-tiba darahnya berdesir. Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda.

Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dengan tangannya di belakang sehingga dadanya membusung ke depan. Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dengan leher yang jenjang. Angga mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dengan gadis belia. Itukah yang diinginkannya saat ini?

"Tidak," sahutnya sendiri, "Itu terlalu gila." sambil menatap ke depan ia tak dapat menahan diri untuk melihat kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dengan seksama lekukan pantat yang padat itu dengan lutut indah dan kulit yang bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya dalam format gerakan erotis.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka tersingkap roknya. Angga bersorak dalam hati. Diperhatikannya dengan seksama paha bagian dalamnya.. begitu kencang, dan perlahan ia mulai ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya sangat aman dalam bereksplorasi. Ia mulai menurunkan reitsleting celananya.

Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu. Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yang sangat dahsyat, bercinta dengan belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue apabila ia orgasme nanti.

Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte karena beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Angga meraung keras sekali. "Arrgh!" Ditatapnya para lelaki itu. Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia.

Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Dengan mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.

Langit semakin gelap. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diakhiri oleh curahan air yang berirama semakin cepat dan lebat. Di dalam mobil Angga tampak melambai-lambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya.

Para gerombolan kera itu bergerak melewati depan mobilnya menyeberang ke seberang jalan. Salah seorang dari mereka memukul kap mobilnya. Angga membalas dengan mengacungkan jari tengahnya. Ia merasa aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya karena kaca mulai mengembun. Dinyalakan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. Angga hampir memekik girang. Salah seorang dari gadis SMU itu ada di sana dalam keadaan basah kuyup. Angga memutar kepalanya untuk mencari yang lain. Ah, tampaknya ia sendirian, sesal Angga.

Tapi tunggu.. dalam keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas. Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaranya menggelembung indah dengan pantat yang bundar,

Angga kembali ereksi. Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yang melintas menabraknya berulang-ulang. Matanya terasa panas. Dibukanya pintu mobilnya kemudian ia berlari mendekati gadis itu. Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu.

Betapa belianya gadis ini, tubuh yang belum pernah tersentuh oleh lelaki. Payudaranya sangat penuh menyesaki branya sekitar 34. Pinggul yang ramping dengan pantat bundar yang berisi ditopang oleh lutut dan tungkai yang indah dan bersih.

Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dengannya yang sedang menjadi Juri festival foto bugil. Angga tergagap dan secara refleks menyapanya. Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yang transparan.

Dengan berdalih bosan di mobilnya, Angga mendapatkan banyak alasan dan obrolan ringan di halte itu. Gadis itu bernama April, kelas satu SMU swasta berumur 16 tahun. Angga tak menghiraukan secara detail percakapannya karena suara April terdengar sangat merangsangnya.

"Kita ngobrol di mobil yuk, capek berdiri nih," kata Angga.

April menatap ragu. Angga menangkap maksud pandangan itu.

"Ok, begini.. Kamu nggak perlu takut. Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dalamnya ada semua kartu identitas saya. Kalo saya berniat jahat dengan kamu, kamu boleh buang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok?" April tersenyum riang menerima dompet itu, lalu mereka bersama-sama memasuki mobil.

Di dalam mobil April merasa gugup. Baru kali ini ia manuruti orang asing, laki-laki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. April menjadi kesal.

April membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lalu diselipkan di saku bajunya. "Ini cukup," ujarnya. Dengan tersenyum acuh Angga menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya.

"Kamu kedinginan? saya punya kemeja bersih. Kamu bisa ganti baju di belakang. Saya janji tidak akan menegok ke belakang," tanya Angga penuh harap. April menggelengkan kepalanya.

Obrolan sore itu menjadi lancar didukung suasana gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan April pun mulai berani menceritakan dirinya. Mata Angga mencuri pandang untuk menatap paha April yang tersingkap.

Angga menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay. Ia ceritakan dengan lancar dan halus hingga April tidak tersinggung. Angga menangkap beberapa kali April menarik nafas panjang, sepertinya April terangsang mendengar cerita Angga.

Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya. "Tampaknya ini tak cukup," kata Angga. Lalu ia menawarkan April untuk menonton VCD kartun kesayangannya. April berseru gembira. Lalu Angga membuka TVcar-nya dan berkata, "Kamu tunggu di sini. Kunci pintunya. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu." April mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.

Angga keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dengan film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalan dan melirik jamnya.. 5 menit dari sekarang! sambil membicarakan cuaca ke pedagang asongan itu. April menatap adegan di mini TV itu.

Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub. Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan Angga dari dalam mobil itu. Kembali ke layar, tertegun ia melihat lelaki itu menjilati puting susu.

Tangannya menjadi dingin. Lelaki itu sekarang menjilati paha. April menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu lelaki dalam film itu mulai menjilati liang kewanitaan wanita itu. April merasa seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengah-engah. Iapun heran mengapa nafasnya begitu.

"Sorry rada lama, nggak ada kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya tukar uang," sembur Angga. April tersentak dan memalingkan wajahnya. Angga pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya.

"Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf pril," kata Angga tergagap. Lalu ia membuka CD changer dan mengambil piringan porno itu lalu mematahkan menjadi dua dan membuangnya ke luar mobil. April sangat terkejut melihat itu lalu berkata,

"Udah deh Angga nggak pa-pa.. sorry juga aku nggak bisa matiinnya," katanya sambil memegang lengan Angga. Angga menoleh pelan sambil menatap mata April. "Sorry?" April menyahut pelan. "Nggak pa-pa," nafasnya masih terengah-engah. Inilah saatnya, batin Angga. Now or never.

Dipegangnya lengan April. Ditariknya mendekat, disingkirkan tas di hadapannya. Melihat seragam putih yang masih basah dengan bra membayang itu Angga kehilangan kontrol. Bibirnya langsung mengecup bibir April. April tersentak ke belakang kaget. Angga memburunya.

Dikulumnya bibir bawah April yang masih terengah-engah itu, sambil menurunkan posisi kursi mobilnya sehingga April tampak seperti berbaring. Dilepasnya bibir, dilanjutkan ke telinga. Lidahnya menggelitik belakang telinga April sambil sesekali menyeruak masuk ke lubang telinganya.

Bau harum rambut April memancarkan bau alami gadis belia tanpa parfum, mengundang Angga untuk berbuat lebih jauh. Dibukanya kancing seragam sekolah April sambil mengulum mulut April. April menggelengkan kepalanya perlahan.

Angga mengangkat kepala sejenak melihat gundukan daging padat dan kenyal terbungkus bra berkain lembut. Betapa muda dan tak berdosanya. Biarkan aku menikmati tubuh beliamu, merasakan dengan seluruh indraku untuk membuatmu menjadi ternoda. Aku ingin menyetubuhimu, menghinakan tubuh sucimu, karena aku pantas mendapatkan tubuhmu, hati Angga berteriak.

Dibukanya bra itu lalu dengan rakus dijilat puting kiri April sambil meremas payudara kanannya. Dikulumnya semua daging payudaranya, seakan hendak ditelannya. April mengerang. Kakinya menjejak-jejak lantai mobil. Lalu Angga memindahkan tubuhnya ke atas April. Dengan kasar dipegangnya celana dalam April. April tak sanggup berkata dan bergerak, semuanya begitu ketakutan.

Keingintahuan dan kenikmatan berbaur, muncul silih berganti menggempur hati, otak dan nalurinya. Saat ia merasa takut dengan perbuatan Angga, sedetik kemudian ia merasa jiwanya melayang, sedetik kemudian otaknya memerintahkan tubuhnya agar bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang.

April meneriakkan kata jangan sewaktu Angga dengan kasar melepas celana dalamnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. Angga berpindah tempat dengan cepat ke bawah tubuhnya dan mulut Angga mulai menjilati liang kewanitaannya seperti hewan yang kehausan. Dicengkeramnya pegangan pintu, kakinya diangkat oleh Angga ke atas.

April tak tahu apa yang dilakukan Angga, tapi ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Perasaan yang aneh, dimulai dari jantungnya yang berdetak lebih keras lebih cepat menjalar ke pinggulnya, sementara denyutan liang kewanitaannya membentuk impuls yang semakin kuat, semakin cepat, kakinya mengejang, pandangannya mengabur, jiwanya serasa terhempas keatas-bawah. Namun tiba-tiba semua itu berkurang. Dibukanya matanya. Tampak Angga sedang mengamatinya dengan matanya yang menyala oleh birahi.

Angga mengambil nafas sejenak. Ditatapnya liang kewanitaan April dengan rambut kemaluan yang tumbuh tak beraturan. Kemudian dilanjutkannya lagi jilatan sekitar klitoris April. Begitu muda, ditatapnya sebentar, liang kewanitaan belia sekarang milikku. Aku menjilatinya, aku menghisapnya.

Sekarang aku bahkan menggigitnya. Liang kewanitaan ini milikku, akan kunodai sesukaku, dengan caraku, dengan nafsuku. Akan kubuat tubuh suci ini ternoda oleh tubuhku, oleh nafsuku. Akan kutaburi tubuhnya dengan spermaku.

Akan kuberi cairanku yang akan menyatu dengan dirinya sehingga ia akan selalu terkotori oleh nodaku. Angga semakin liar dan segera menghentikan tindakannya ketika April mulai mengejang. Dibukanya cepat celananya, digosokkan batang kejantanannya ke permukaan liang kewanitaan April. Dengan mudah dimasukkannya batang kejantanannya perlahan-lahan senti demi senti, sambil mengulum dan meremas payudara kenyal April.

Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya. Betapa hangat, betapa nikmat. Lalu mulai digerakkan maju-mundur, semakin lama semakin cepat. Angga mendengar suara April hanya, "Ssh.. sh.." terputus-putus. Lalu diangkatnya pinggul April. Dipercepat gerakan pinggulnya sendiri sampai tubuh April melengkung kaku. Kini saatnya.. Angga mengeluarkan spermanya sambil menekan dalam-dalam.

Lima belas menit setelah itu.. April menggigit ujung seragamnya yang lusuh, sementara Angga merapikan rambutnya. Oh puas, dan aku sekarang benci sekali dengan gadis ini, gadis belia yang ternoda. Diambil KTP dari saku April lalu sambil diselipkan ke dompet ia mengeluarkan 3 lembar seratus ribu rupiah sambil mencium pipi April.

"Ini buat kamu." April menolak sambil terkaget- kaget. "Aku bukan gadis bayaran Angga.." katanya sambil mulai menangis. "Aku sayang kamu Anggai.." sambil terisak-isak. "Tapi aku tidak sayang kamu," kata Angga sambil meletakkan uang itu di dalam tas April, lalu Angga keluar.

Dalam guyuran hujan ia membuka pintu mobil, lalu menarik April keluar. "Lalu lintas akan lancar. Aku harus pulang, kamu juga. Kita pisah di sini. Eh prill.. thanks ya?!" April berteriak histeris sambil lari keluar. Angga kembali ke mobilnya mengunci pintu dan tersenyum melihat mobil di depannya bergerak ke depan.
Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: