Candu Cerita Sex Seketika Melemah

>
Web Khusus Dewasa Yg Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngetart, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Banyak yang bilang kalau aku cantik, mungkin dari bawaan mamaku juga cantik, keluargaku biasa saja orangtuaku pekerja di kantor swasta, aku mempunyai saudara 2 laki laki semua , kakak pertamaku sudah bekerja , kakak kedua bekerja serabutan yang mana yang menghasilkan dia temui, sedangkan aku hanya penganggur setelah selesai kuliah.

Candu Cerita Sex Seketika Melemah

cerita sex sedarah, cerita ml sedarah, cerita ngesex sedarah, sedarah cerita, cerita hubungan sedarah, cerita sedarah bergambar, cerita ngetot sedarah, cerita 18 sedarah, cerita sedarah keluarga, cerita sedarah panas, cerita sedarah baru, daftar cerita sedarah, cerita seks sedarah, cerita sedarah kakak, cerita bokep sedarah, cerita nakal sedarah, cerita ngntot sedarah, cerita sedarah adik, cerita sedarah new, cerita sedarah terkini, cerita sedarah 18, cerita wanita sedarah, cerita cerita sedarah

Aku selalu di rumah membantu ibu dalam urusan rumah tangga. Aku jarang keluar. Sampai saat ini aku belum mempunyai kekasih karena ada suatu hal yang akan aku ceritakan sekarang ini. Keluargaku tidak ada masalah dalam hal ekonomi.

Ekonomi kami cukup walau tidak bisa lebih. Hanya saja ada satu hal yang sangat membebani perasaanku saat ini. Kurang lebih 5 bulan yang lalu awal dari beban perasaanku ini dimulai..

Waktu itu, 5 April 2004 pagi hari, ayah dan ibu serta Yoga sudah pergi kerja. Hanya Irawan dan aku yang ada di rumah. Irawan masih tiduran di kamarnya walau sudah bangun. Aku sendiri sedang menyapu di tengah rumah. Kulihat Irawan bangkit dari ranjangnya dan segera keluar dari kamar.

"Masih ada makanan, tidak?" tanya sambil lewat.

Tak kusangka tangan Irawan tiba-tiba meremas pantatku dari samping sambil lewat.

"Ihh.. Kamu ngapain sih!" aku membentak.

Irawan hanya tersenyum dan segera ke kamar mandi. Aku pikir Irawan hanya iseng menggoda aku. Tapi ketika Irawan sudah selesai dari kamar mandi, tanpa sepengetahuanku tiba-tiba Irawan memelukku dari belakang.

"Hei! Lepaskan aku!" aku berteriak sambil meronta.

Tapi Irawan malah sengaja meremas buah dadaku dan menciumi leher dan tengkuk aku. Aku terus meronta, tapi pelukan Irawan makin kuat.

"Diamlah, Des.. Sebentar saja," bisik Irawan di telingaku sambil tangannya tetap meremas buah dadaku.

Entah kenapa aku jadi lemah meronta. Malah aku rasakan ada perasaan aneh yang menjalari tubuhku. Antara mau dan tidak, aku biarkan tangan Irawan meremas buah dadaku. Bahkan ketika Irawan menyingkap dasterku dan tangannya masuk ke celana dalamku, aku biarkan tangannya meraba dan menelusuri belahan memekku.

"Mmhh..." aku mendesah dengan mata terpejam.

"Ke kamar, yuk?" bisik Irawan tak lama kemudian.

Aku hanya bisa mengangguk. Irawan lalu menarik tanganku ke kamarnya. Di dalam kamar, Irawan dengan terburu-buru melepas semua pakaian yang melekat di tubuhku. Nafasnya terdengar cepat.

Aku diam saja diperlakukan demikian oleh kakakku. Entah kenapa gairahku bangkit diperlakukan demikian.. Nafsuku makin terangsang lagi ketika kulihat Irawan melepas semua pakaiannya dan terlihat kontolnya yang cukup besar dipenuhi bulu lebat berdiri dengan tegak.

Irawan menghampiri, lalu mengecup bibirku. Aku langsung membalas ciumannya dengan hangat. Tangan Irawan kembali bermain dan meremas buah dadaku. Kontolnya sesekali menyentuh memekku sehingga membuat darahku selalu berdesir.

"Ohh.. Ohh..." desahku ketika jari tangan Irawan menyentuh memek dan menggosok-gosok belahan memekku. Aku sendiri langsung menggenggam kontol Irawan dan meremasnya pelan.

"Mmhh..." desah Irawan sambil menggerakkan pinggulnya.

"Isepin kontol aku, Des..." pinta Irawan berbisik.

"Tidak mau ah, jijik..." kataku sambil terus mengocok kontol Irawan.

"Ya sudah, masukkin langsung saja," kata Irawan sambil menarik tubuhku ke atas ranjang.

Tak lama tubuh Irawan langsung menindih tubuhku. Diarahkan kontolnya ke memekku lalu didesakannya pelan-pelan.

"Aww! Pelan dong, Ky..." jeritku pelan.

"Susah masuk nih..." kata Irawan sambil terus berusaha memasukkan kontolnya ke memekku.

"Aku masih perawan, Ky..." bisikku.

Irawan tak menjawab. Dia terus berusaha menyetubuhiku.

"Bantuin dong..." bisik Irawan.

Akupun segera menggenggam kontol Irawan. Aku arahkan kepala kontolnya ke lubang memekku.
"Tekan pelan-pelan, Ky..." bisikku.

Irawan mulai mendesakkan kontolnya pelan.

"Aww.. Terus tekan pelan-pelan.. Aww..." kataku sambil agak meringis menahan perih ketika kontol Irawan mulai masuk ke memekku.

"Pelan, Ky.. Pelan.. Aww.. Aww.. Mmhh.. Ohh.. Terus, Ky..." bisikku lirih ketika kontol Okyy sudah mulai keluar masuk memekku.

Irawan terus memompa kontolnya mulai cepat.

"Ohh..." desah Irawan disela-sela gerakannya menyetubuhi aku.

"Kenapa kamu melakukan hal ini?" tanyaku sambil memeluk Irawan.

"Karena aku sayang kamu, suka kamu..." jawab Irawan sambil menatap mataku.

Aku diam. Tak terasa air mataku mengalir ke pipi..

"Kenapa kamu menangis?" tanya Irawan sambil menghentikan gerakannya.

Aku diam sesaat. Mataku terpejam.

"Karena.. Sudahlah..." kataku sambil tersenyum.

Ada rasa tak menentu saat itu. Antara rasa sedih karena diperawani kakak kandung sendiri, dan juga gairah seks-ku yang sangat tinggi untuk disalurkan, dan entah perasaan apalagi saat itu yang ada di hatiku.

Aku lumat bibir Irawan sambil menggerakkan pinggulku. Irawanpun segera membalas ciumanku sambil melanjutkan menggerakan kontolnya keluar masuk memekku. Lama kelamaan perasaan tak menentu yang sempat hinggap di hatiku mulai menghilang, terganti oleh rasa sayang terhadap kakakku dan rasa nikmat yang sangat tak terhingga.

Tak lama aku rasakan Irawan mulai menyetubuhiku makin cepat. Dengan mata terpejam didesakkannya kontolnya dalam-dalam ke memekku.

"Ohh.. Aku mau keluar, Des..." kata Irawan.

"Jangan keluarkan di dalam, Ky..." pintaku sambil menggerakan pinggulku makin cepat mengimbangi gerakan Irawan.

Tak lama Irawan segera mencabut kontolnya dari memekku cepat-cepat. Lalu, crott! Crott! Crott! Air mani Irawan menyembur banyak di atas perutku. Irawan lalu bangkit dan duduk di pinggir ranjang. Diusap dan diremasnya buah dadaku. Akupun segera memegang dan menggenggam kontol Irawan yang sudah mulai lemas.

"Aku sayang kamu..." kata Irawan sambil mencium kening dan mengecup bibirku.

Aku tersenyum.. Begitulah, sejak saat itu kami selalu bersetubuh setiap ada kesempatan. Aku sangat menikmati persetubuhan kami. Kedekatan dan keromantisan hubungan kami semakin hari semakin kuat.

Seringkali kami saling raba, saling remas bila sedang nonton televisi walau saat itu semua keluarga sedang kumpul. Aku nikmati itu setiap malam. Antara was-was kalau ketahuan dan rasa romantis serta nikmat, semua aku lakukan dengan suka hati.

Rasa sayang yang sangat besar bisa aku rasakan dari Irawan. Apapun yang aku mau, atau apapun masalah yang aku hadapi, akan selalu dipecahkan dan dilalui bersama Irawan. Kenikmatan dalam persetubuhan dengan Irawan telah membawa aku ke suasana yang serba indah.

Dengan Irawan pula aku bisa merasakan bagaimana nikmatnya melakukan oral seks. Bagaimana rasanya di jilat memek sampai orgasme, bagaimana rasanya menjilat dan menghisap kontol sampai air mani Irawan tumpah di dalam mulutku dan menelannya.

Untuk beberapa bulan kami nikmati "kegilaan" dalam hubungan asmara saudara sekandung. Entah sudah berapa banyak tempat yang kapai pakai untuk melampiaskan rasa sayang dan gairah dalam bentuk persetubuhan.

Sudah banyak penginapan dan hotel yang kami singgahi untuk bisa memacu desah dan birahi untuk meraih kenikmatan. Entah sudah berapa puluh kali aku menghisap kontol dan menelan air mani Irawan di dalam bioskop. Aku lakukan semua itu dengan perasaan bebas tanpa beban. Aku nikmati semua permainan yang kami lakukan.

Tapi ada satu hal yang mulai membebani hatiku saat ini. Aku mulai merasa berdosa atas hubunganku dengan kakak kandungku. Pernah aku bilang kepada Irawan untuk menghentikan hubungan ini, dan mengatakan bahwa aku ingin membina hubungan dengan orang lain. Irawan marah besar karenanya.

Dia mengatakan bahwa dia sangat sayang aku, dan tidak ada satu orang lelakipun yang boleh menyentuh aku. Bahkan pernah ada beberapa lelaki yang main ke rumah untuk menemui aku, tidak pernah lagi datang berkunjung karena Irawan selalu ikut nimbrung ketika aku menemui mereka.

Irawan selalu dengan ketus menimpali setiap ucapan mereka dengan ucapan yang menyindir dan menghina.

Hal lain adalah, aku tidak bisa menolak keinginan Irawan untuk menyetubuhiku. Dan jujur saja kalau aku juga sangat menikmati cumbuan dia karena bisa memenuhi kebutuhanku untuk menyalurkan libido aku.

Sekarang aku bingung harus bagaimana. Aku ingin hidup normal dalam membina hubungan asmara dan ingin normal dalam menyalurkan kebutuhan seks aku, tapi tidak mau menyakiti hati kakakku karena aku sangat sayang dia. Aku ingin hidup normal. Tolonglah..

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngetart, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pSetiawangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex PSetiawangan Gay

Subscribe to receive free email updates: