Suka Cerita Sex Dosen Riana

>
Web Khusus Dewasa Yang Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngentot, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+.  Aku baru saja outus dari pacarku yang mana sudah kami bina selama 2 tahun dan kandas di tengah jalan, sekarang aku semester 6 di PTS Bandung, di kota ini aku ikut ngontrak rumah dengan 5 orang, yang mana aku disini sendiri yang laki laki, karena paksaan dari kakaku cewek, awalnya aku ingin cari ngekos sendiri tapi kakakku tidak memperbolehkanku untuk pindah. Dan kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.

Suka Cerita Sex Dosen Riana

 cerita sex dosen, cerita dosen terbaru, cerita dosen ngentot, kumpulan cerita dosen ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata dosen ngentot, koleksi cerita dosen ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru

Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Riana namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Riana bertanya,
Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..

Itu apanya Bu? tanyaku.

Memang dalam kesehari-harianku, ibu Riana tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,

Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku, kataku.

Oh. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri, kata Ibu Riana.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Riana sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Riana. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saaat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.

Eh Ibu Riana, nggak ngajar Bu? tanyaku.

Kamu kok nggak kuliah? tanya dia.

Habis sakit Bu, kataku.

Sakit apa sakit? goda Ibu Riana.

Ah Ibu Riana bisa aja, kataku.

Sudah makan belum? tanyanya.

Belum Bu, kataku.

Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya, katanya.

Dengan cekatan Ibu Riana memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Riana nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.

Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu? tanyaku.

Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu, katanya.

Oh kalau gitu Ibu Riana masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis, kataku.

So pasti dong, katanya.

Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kimpoi, dengan enaknya aku nyeletuk.

Aku bersedia kok, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya.

Ibu Riana agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Riana kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Riana, kataku.

Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu, katanya.

Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Riana terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan,

Aku sayang kamu, Ibu Riana, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut.

Kukecup bibir bawahnya, eh tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, Aah cup cup cup dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

Aah jangan panggil Ibu, panggil Riana aja ya!

Kubisikkan Ibu Riana, Riana kita ke kamarku aja yuk!.

Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu.

Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya.

Ah ssh terus Ian, Ibu Riana tidak sabar lagi,

BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian,
Aah sssh dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, Aah aku juga sudah mulai terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu,

Aah uh sssh Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi,

Sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Riana juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku.

Oh besar amat, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku,
Uuh uh shhh.. dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya,

Aah uh ssh.. terus Ian, Riana mengerang.

Aku juga enak Riana, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut,

Assh oh ah. Riana terus sayang,

Dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, Aahk uh ssh.. sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kuubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku,

Aakh sshh pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan, katanya.

Haaa aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci.

Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blessst,

Aahk teriak Riana,

kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Riana

Aakh ushh usssh ahhhkk aku mau keluar Ian, katanya.

Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh kataku.

Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan Crot crot cret banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya.

Aakh aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya.

Dengan lembut dia cium bibirku, Kamu menyesal Ian? tanyanya.

Ah nggak, kitakan sama-sama mau.

Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Riana hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Riana menjadi pacar gelapku.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: