Suka Cerita Sex Desahan Mba Dhera

>
Web Khusus Dewasa Yang Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngentot, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Malam pun bercerita akan kisahku dengan tetangga saya yang bernama Dhera , kami sudah berumah tangga yang mana Mba Dhera sudah mempunyai suami dan aku sudah mempunyai istri , untuk saat ni suami mb Dhera sedang pergi keluar kota beberapa hari dan istriku dirumah dan aku punya banyak cara agar bisa ngewe dengan mba Dhera.

Suka Cerita Sex Desahan Mba Dhera

 cerita sex perselingkuhan, cerita perselingkuhan terbaru, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga, cerita cerita perselingkuhan, cerita perselingkuhan ibu, cerita perselingkuhan di kantor, cerita ngesek perselingkuhan, cerita perselingkuhan wanita, cerita perselingkuhan istriku, cerita perselingkuhan bergambar, cerita mesum perselingkuhan, cerita perselingkuhan dengan tetangga, perselingkuhan cerita, cerita perselingkuhan sampai hamil, cerita perselingkuhan tetangga, cerita hubungan perselingkuhan, cerita perselingkuhan terpanas, cerita birahi perselingkuhan, cerita bokep perselingkuhan

"Mas Miko, aku kok kayaknya nggak pernah bosen ya 'ngewe' sama kamu..." kata Dhera.

"Lha, memangnya kalo sama Andre, bosen..? Kan dia suamimu," jawab saya agak gr.

"Bukannya gitu. Kalo sama Mas Andre gayanya itu-itu saja, dan lagi kontolnya Mas Andre kan nggak sebesar punya Mas Miko," jawab Dhera jujur sambil mengurut batang kemaluan saya yang kembali mengeras.

"Ndak boleh gitu lho Mir. Andre itu kan suamimu, dia baik lagi. Tapi, masa bodo lah, yang penting memek istrinya enak banget. Ya sudah 'ngentot' lagi yuk, mana toketmu, sini, aku mau 'nenen'..!"

Ketika kami mau mulai babak keempat, Vina, anak Dhera yang jadi sering melihat maminya di 'acak-acak', masuk ke kamar.

"Mi, masih main kuda-kudaan ya..? " tanyanya polos.

"Iya, baru mau main lagi, kenapa Vin..? kata Dhera.

"Vina mau bobo, tapi Vina takut, temenin Vina ya Mi, Om Miko main kuda-kudaanya di kamar Vina aja ya..!" pintanya penuh harap.

Ya sudah, akhirnya saya dan Dhera pindah arena ke kamarnya Vina. Sambil masih bertelanjang bulat, kami berusaha menina-bobokan Vina yang katanya tidak kangen sama papinya, dia malah menganggap saya papi kandungnya.

Baru sekitar 10 menit si Vina tertidur dan 3 menit si Dhera menghisap batang kemaluan saya, telephone di kamar Dhera berdering.

"Mas, aku ngangkat telephone dulu ya, kali aja dari Mas Andre." kata Dhera.

"Ya, jangan lama-lama.." jawab saya.

Setelah hampir 5 menit, Dhera balik lagi ke kamar dengan wajah bingung.

"Mas, adikku mau kesini. Dia sudah ada di depan komplek. Gimana nih..?" kata Dhera.

"Siapa..? Si Lani..? Dia bareng suaminya nggak..?" tanya saya berusaha tidak panik.

"Nggak sih, kan dia lagi pisah ranjang sama Gery. Sudah 4 bulan ini." jawab Dhera.

"Ya sudah, kalo dia kesini, ndak apa-apa. Bilang aja aku lagi nemenin kalian. Apa susahnya sih?"

Tidak lama kemudian Lani datang. Dia adalah wanita cantik berusia sekitar 25 tahun, dengan ukuran dada sekitar 34B (hampir sama dengan kakaknya), kulit putih bersih dan hidung yang bangir. Malam itu dia mengenakan 'Tank Top' warna biru ditutup dengan Cardigan hitam dan celana Capri (ketat, sedengkul) warna putih.

"Malam Mbak, Eh.., ada siapa nih..?" kata Lani.

"Ini Mas Miko, tetanggaku. Dia datang kesini mau nemuin Mas Andre, tapi nggak ketemu." Dhera menjawab.

"O iya, kenalin Mas, ini adikku, Lani. Re, ini namanya Mas Miko."

"Lani," katanya sambil bersalaman dengan saya.

"Miko," jawab saya.

"Kamu kenapa kesini..?" kata Dhera, "Tumben-tumbenan, mana malem-malem lagi. Kamu nggak takut apa? Daerah sini rawan pemerkosaan lho..!"

Si Lani menjawab sambil melepas Cardigan-nya dan memamerkan keindahan buah dadanya, yang dapat membuat laki-laki sesak nafas itu, katanya, "Ngapain takut, kalo diperkosa malah seneng. Aku sudah hampir 5 bulan lho Mbak, nggak 'gituan'..!"

"Kamu ini kalo ngomong sembarangan," kata Dhera sambil melirikku, "Kasian Mas Miko tuh, lagi tanggung, nanti dia ngocok disini lagi."

"Tanggung..? Emangnya kalian lagi ngapain..? Wah, macem-macem nih kayaknya..!" tanya Lani penasaran.

Si Dhera menjawab, "Kenapa emangnya..? Mau ikut nimbrung..? Suntikannya Mas Miko besar lho..!"

Saya dari tadi hanya diam dan tersenyum mendengar 'adik' saya dibicarakan dua wanita cantik.

Lalu saya angkat bicara, "Kamu ini ngomong apa sih Mir..? Emangnya kamu sudah pernah liat burungku apa..?" kata saya menggoda.

"Iya nih, Mbak Dhera. Emang udah pernah liat..?" kata Lani.

"Wah, jangan macam-macam deh Mas, mendingan kita lanjutin pertandingan tadi. Kamu mau ikutan nggak Re..?" ajak Dhera sambil kembali melepas dasternya dan melucuti celana pendek saya.

Melihat hal ini, Lani memekik pelan, "Wah, itu kontol..? Gede banget, boleh nyobain ya Mas..?"

"Ya sudah, kamu hisap-hisap ya Re..!" kata saya, "Nah, Mir kesinikan memekmu biar kujilatin..!"

Lalu kami bertiga bermain dengan riang gembira. Saya duduk di sofa, sementara Lani jongkok dan sibuk dengan batang kemaluan saya. Dhera berdiri menghadap saya sambil mengarahkan kepala saya ke liang vaginanya dan menjilatinya sampai kelojotan.

Saya tidak sadar waktu Dhera agak bergeser, ternyata Lani sudah tidak mengenakan apa-apa lagi, polos, telanjang bulat dan berusaha menjepit penis saya dengan kedua buah dadanya yang ternyata memang besar dan membuat gerakan naik turun.

"Ya, terus Re, enak banget..!" kata saya, sementara Dhera sudah duduk di sebelah kiri saya sambil mengulum bibir saya.

"Mas Miko, aku mau masukin ke memek ya..!" pinta Lani penuh harap.

Ketika melihat dan mengamati kemaluan Lani, saya agak kaget. Selain botak, vagina Lani juga masih terlihat sempit. Dalam hati saya berpikir, ini kakak beradik punya kemaluan kok ya sama.

Lalu Lani membelakangi saya dan memasukkan batang kemaluan saya ke dalam vaginanya yang sempit itu dengan perlahan-lahan. Dhera yang juga sedikit terengah-engah memasukkan jari saya ke dalam liang kemaluannya yang mulai basah.

Lani benar-benar memperlakukan batang kemaluan saya dengan baik. Gerakan maju mundurnya sangat hebat dan terkadang dikombinasi dengan gerakan berputar. Menyikapi hal ini, saya lalu mengangkat badan Lani dan saya balikkan, hingga kami beradu pandang, dengan posisi penis saya tetap di dalam vaginanya yang keset-keset basah.

Lani ternyata sangat ahli dengan posisi duduk, dia terus naik turun berusaha mengimbangi hujaman-hujaman penis saya yang makin lama makin dalam menembus pertahanan liang vaginanya.

Setelah hampir 10 menit, Lani berkata, "Mas aku keluar..!"

Tapi herannya dia masih saja menggoyang pantatnya. Sementara itu, Dhera ada di belakang Lani sambil memeluk dan meremas buah dada Lani.

3 menit kemudian, giliran saya yang bilang, "Re, aku mau keluar nih, di dalam apa di luar..?"

"Di luar saja Mas, aku mau minum pejunya," jawab Lani semangat.

"Re, cepat lepas..!" kata saya sambil mengocok batang kemaluan saya dengan cepat dan mengarahkannya ke mulut Lani yang sekarang sudah jongkok di bawah saya.

Ternyata benar, mulut Lani tidak hanya menampung sperma saya yang banyak, tapi juga benar-benar berkumur dan menelannya.

Melihat hal itu, Dhera yang vaginanya tidak aktif, langsung mendekati batang kemaluan saya dan mengulumnya lagi.

Saya yang sudah banjir keringat langsung berkata kepada Dhera, "Mir, yang bersih ya, saya istirahat dulu sebentar."

Sambil Dhera terus disibukkan dengan pekerjaannya, saya menyuruh Lani mendekat dan langsung mengulum bibirnya yang tipis dan beraroma sperma.

Tidak lama kemudian, batang kemaluan saya mulai menegang lagi. Mengetahui perbuatannya berhasil, Dhera dengan tindakan super cepat menarik saya ke lantai dan menyuruh saya telentang.

Dhera dengan cepat juga langsung menduduki penis saya dan menjepitnya dengan kemaluannya. Dengan posisi seperti itu, tangan saya diberi kesempatan untuk meremas payudara Dhera dan memainkan putingnya yang agak kecoklatan.

Setelah hampir 10 menit mengerjai batang kemaluan saya, gerakan Dhera mulai agak mengendur. Saya tahu, dia sudah orgasme.

Melihat hal ini, saya membalikkan badan Dhera, dan sekarang dia yang telentang. Kedua kaki Dhera yang putih itu saya buka lebar-lebar sambil menusuk vaginanya dengan gerakan yang amat cepat dan teratur. Erangan dan desahan Dhera sudah tidak saya dengarkan sama sekali.

Sekitar 3 menit kemudian, saya sudah tidak dapat menahankannya lagi. Dengan posisi penis masih di dalam vagina Dhera, saya menyemprotkan cairan sperma saya untuk yang kedua kalinya malam ini. Liang senggama Dhera yang saya perhatikan beberapa hari ini sudah agak melebar, tidak kuat menampung cairan sperma saya yang kental dan banyak. Melihat hal itu, Lani langsung menjilati vagina kakaknya berusaha mendapatkan air mani lagi sambil tangannya mengocok penis saya.

Vina yang sudah tidur rupanya terbangun karena berisik.

"Mami, aku nggak bisa tidur, itu ada siapa..?"

"Eh Vina, ini Tante Lani. Kok kamu nggak tidur..?" tanya Lani sambil menyuruh Vina mendekat.

"Nggak bisa tidur Tante. Mami kenapa..? Kok kakinya terbuka, Mami sakit lagi ya..?" tanya Vina polos.

"Mami nggak sakit. Justru Mami malah sehat, kan Mami habis Om suntik, nanti sebentar lagi juga bangun." jelas saya.

"Kok Tante Lani telanjang juga? Habis disuntik juga ya sama Om Miko?"

"Iya, soalnya Tante lagi sakit memeknya jadi disuntik." kata Lani sambil mengelus vaginanya sendiri.

"Memek apa sih Tan..?" tanya Vina.

Sambil membersihkan kemaluan Dhera, saya berkata ke Vina, "Ini yang namanya memek Vin. Ini gunanya buat masukin jarum suntiknya Om Miko."

"Vina juga punya Om." kata Vina sambil menyingkap rok tidurnya.

"Iya, tapi punya Vina belom boleh disuntik. Nanti kalo sudah besar, boleh deh..!" kata Lani sambil tersenyum.

Selama seminggu Lani menginap di rumah Dhera, kami bertiga hampir tiap malam mengadakan acara begituan bersama. Vina yang selalu melihat aksi kami selalu tertawa kalau saya menyemprotkan sperma ke mulut mami dan tantenya.

"Ha.., ha.., ha.., Mami sama Tante Lani dipipisi Om Miko." katanya lucu.

Pernah sekali waktu, ketika istri saya sedang pergi, Lani main ke rumah dan minta disenggamai di lubang pantat. Karena menarik, saya lakukan saja dan ternyata itu enak sekali, seperti menjebol kemaluan perawan.

Sekali waktu, pernah juga salah seorang teman kantor saya main ke rumah ketika dua kakak beradik itu kebetulan sedang ada di rumah saya. Karena tertarik dengan Dhera, teman saya itu mengajak Dhera main di atas meja makan saya. Saya dan Lani hanya diam dan tertawa melihat teman saya menghajar kemaluan Dhera sampai Dhera mengalami multi orgasme.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: