Suka Cerita Sex Dahlia Budak Seks

>
Web Khusus Dewasa Yg Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngentot, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Cewek yang namanya Dahlia itu orangnya cantik, dimana dia adalah sepupuku sendiri, wajah yang polos dan belum tau akan seks masih terlihat perawan, tapi tidak taunya ternyata ada hubungan skandal dengan ayah angkatya, ternyata Dahlia sudah dilatih seks sejak  dia berumur 15 tahun, semakin hari semakin menjadi wajah dan tubuh dahlia, saat itulah dia dijadikan budak seks oleh ayah angkatnya yang mana sudah ditinggal mati oleh istrinya.

Suka Cerita Sex Dahlia Budak Seks

cerita sex ngentot, cerita ngentot terbaru, cerita orang ngentot, kumpulan cerita ngentot, ngentot cerita, cerita hot ngentot, cerita nyata ngentot, koleksi cerita ngentot, cerita ngentot baru, kumpulan cerita ngentot terbaru

Awalnya, sesaat setelah menduda, Pak Rizal yg seorang staf perusahaan perminyakan dipindah-tugaskan ke Sumatera. Dia berangkat dengan mengajak Dahlia menemaninya di tempat tugas barunya.

Hari-hari berlalu, di tempat yg sepi kurang hiburan itulah perhatian Pak Rizal yg kesepian mulai tertuju kepada Dahlia yg saat itu sedang bertumbuh semakin cantik dan menggiurkan. Pendekatannya pun mudah, karena Dahlia memang akrab sekali dengan ayah angkatnya ini, sehingga dibujuki sedikit saja dia pasti menurut.

Mulailah Dahlia diperlakukan sebagai teman bercinta Pak Rizal mengganti ketiadaan istrinya, hanya saja dengan cara terbatas. Setiap bertemu di rumah, Pak Rizal selalu mengerjai Dahlia, mulai dari sekedar dipeluk-peluki, diciumi, atau digeluti.

Lalu meningkat lebih jauh mulai diajak tidur bersama untuk dicumbui dan digeraygi seputar tubuh gadis remaja itu. Dan berikutnya lagi makin saling terbuka, telanjang bulat mandi bersama dan mulai dinikmati tubuh polos gadis itu lewat remasan gemas dan kecap mulut di bagian-bagian kewanitaannya.

Sampai akhirnya Dahlia mulai diajari cara-cara oral seks, menghisapi kemaluan untuk memberi kesenangan bagi lelaki. Pokoknya tidak ada lagi yg disembunyikan di antara mereka. Namun begitu, satu hal yg masih dijaga Pak Rizal, yaitu dia masih tidak tega untuk memasukkan kemaluannya untuk merenggut keperawanan Dahlia.

Sedikit mengulas keakraban mereka, bisa dilihat dari bagaimana pertemuan mesra mereka ketika hari itu Pak Rizal pulang dari urusan di Jakarta selama lima hari.

Baru saja bertemu di rumah, sudah disambut Dahlia yg meloncat senang, menggelendot di leher dan kaki membelit di pinggang ayah angkatnya. Pak Rizal juga sama rindunya dengan gadis manja kesaygannya ini, tapi tidak terang-terangan di ruang tamu, melainkan menggendong dulu membawa Dahlia ke kamar tidur, baru dari situ langsung didekap dan diciuminya bertubi-tubi seputar wajah si gadis untuk kemudian menutupnya dengan ciuman bibir bertemu bibir.

Sebentar saja keduanya sudah saling meluapkan kerinduan dengan saling melumat dalam dengan sepenuh perasaan sebelum kemudian terlepas, dan Dahlia turun dari gendongan untuk membantu membereskan barang-barang bawaan Pak Rizal sambil saling menceritakan keadaan masing-masing selama berpisah.

Selepas itu, barulah acara membersihkan badan.

Setelah Dahlia selesai membuka keran bak rendam, "Ayo mandi sama-sama Yayah, Nik..?" kata Pak Rizal mengajak yg segera dianggukkan Dahlia dan langsung membuka bajunya sendiri mengikuti Pak Rizal yg sudah lebih dulu bertelanjang.

Yayah adalah panggilan manja Dahlia kepada Pak Rizal. Begitu selesai, dia pun segera mendekati Pak Rizal yg saat itu sudah akan bergerak ke kamar mandi.

"Ntar dulu Yah, gendong dulu dong..!" katanya dengan manja.

Menahan langkah Pak Rizal, dia pun meloncat ke pelukan ayah angkatnya itu. Bergelendot manja lagi di leher dengan kedua kaki membelit pinggang Pak Rizal seperti tadi, dia pun langsung digendong dibawa ke kamar mandi.

Berikutnya di bak kamar mandi, keduanya mandi bersama dengan saling membantu menyabuni dan menyirami tubuh masing-masing. Pada waktu itu jika melihat bentuk tubuh Pak Rizal, kesannya memang angker dengan sosoknya yg tegap dan gempal, termasuk juga ukuran alat vital yg dimilikinya yg cukup lumayan besar.

Tapi bagi Dahlia yg sudah biasa begini, tentu saja kesan menakutkan tidak ada lagi. Malah dia paling suka kalau disuruh mempermainkan batang kemaluan ayah angkatnya ini, karena ada rasa geli-geli senang jika merasakan batang yg semula lemas, besarnya hanya seukuran lebih besar sedikit dari jempol kaki itu, akan mekar mengembang lipat dua dalam genggaman kulumannya, menjadi panjang dan besar seukuran pisang ambon.

Seperti juga saat ini, sambil menyabuni tubuh Pak Rizal, dia menyempatkan mempermainkan batang kejantanan itu. Terasa olehnya batang itu sudah menegang setengah keras.

Begitulah kegiatan yg sering mereka lakukan, sampai dengan selesai membersihkan tubuh dan keluar dari bak mandi, terlihat lagi milik ayah angkatnya. Hal ini membuat Dahlia tertarik, karena dari tadi batang itu masih setengah menegang saja. Keduanya masih belum menyeka tubuh mereka dengan handuk saat itu.

"Iddih Yah, kok dari tadi masih keras aja sih. Padahal udah bolak-balik Nik guyur pake aer dingin.." kata Dahlia dengan nada khas remajanya yg polos sambil mengulurkan tangannya memegang batang itu.

Pak Rizal hanya tersenyum geli, "Iya, itu tandanya dia udah kepengen disayg-saygin lagi sama Mbak Niknya."

"Tapi.., kata Yayah di Jakarta mau dipakein ke lobangnya orang perempuan. Emang nggak sempet ya Yah?" tanya Dahlia meskipun masih muda sekali tapi sudah diberi pengertian tentang arti hubungan seks yg sebenarnya.
"Sempet sih sempet, tapi ketemu Mbak Niknya kan tetep aja kangen."

Dahlia tersenyum senang mendengarnya. Dia mengocok sebentar batang itu sambil berkata, "Mau Ning isepin sekarang ya Yah..?" tanyanya menawarkan permainan yg sudah biasa dilakukan sesuai ajaran Pak Rizal.

"Sebentar, sebentar, Yayah mau puas-puasin dulu sama Kamu." kata Pak Rizal.

Tanpa menunggu jawaban Dahlia, dia sudah langsung membawa si gadis ke dekat meja washtafel dan mendudukkan Dahlia di situ. Meja itu cukup tinggi, sehingga dengan hanya sedikit membungkuk dan menundukkan kepalanya Pak Rizal sudah bisa mencapai kedua susu Dahlia.

Langsung saja bukit dada si gadis yg meskipun masih remaja tapi sudah cukup menonjol mengkal itu dilahap dan disedot serta dihisap bergantian dengan rakus.

Dahlia yg sudah terbiasa begini hanya meringis-ringis kegelian, membiarkan ayah angkatnya sibuk menghisapi susunya, sementara dia sendiri menjulurkan tangannya membantu meremas-remas penis Pak Rizal.

Ada beberapa saat Pak Rizal memuaskan mulutnya di bagian itu sampai kemudian menggeser mulutnya turun ke arah liang keperawanan Dahlia. Sambil begitu dia meminta Dahlia bersandar ke dinding kaca di belakangnya untuk kemudian mengangkat kedua kaki Dahlia.

Telapaknya diletakkan di tepi meja, sehingga Dahlia jadi terkangkang dengan kemaluan terkuak lebar-lebar. Sekarang bagian kemaluan perawan remaja yg masih gundul belum ditumbuhi bulu-bulu itu jadi sasaran kecap mulut Pak Rizal.

Bukit daging kemerah-merahan ini disosornya sama rakusnya, diikuti jilatan dan gigitan-gigitan kecil di kelentit yg diterima Dahlia sesekali menjengkit-jengkit dan merengek kegelian.

"Aaa ge-yyi Yaah.. hii sshh Yayahh nygan di gigitt gi-tu Yahh.." nada manja kekanak-kanakannya pun mulai terdengar, tanda dia juga senang diperlakukan begini oleh ayah angkatnya.

Disini pun Pak Rizal cukup lama memuaskan kecap mulutnya sebelum kemudian berhenti dan mengangkat kepalanya.

"Ayo Nik.., tempel-tempelin dulu di punyakmu biar tambah cepet kepengennya biar nanti lebih gampang keluarin aernya.." kata Pak Rizal meminta.

Yg begini pun bagi Dahlia sudah terbiasa, tanpa menunggu diminta dua kali diturutinya permintaan ini dengan mengambil batang kejantanan Pak Rizal yg sudah menegang itu dan menempelkan ujung kepala bulatnya digesek-gesekkan di mulut lubang kemaluannya.

Reaksinya cepat karena sebentar kemudian dilihatnya air muka Pak Rizal menegang diburu nafsunya, sementara bagi Dahlia sendiri main-main seperti ini juga selalu menimbulkan perasaan aneh tersendiri baginya.

Rangsangan asyik yg masih belum dikenal artinya, bergejolak di dalam perutnya dan membuat liang keperawanannya seolah gatal ingin memasukkan batang ini ke dalam lubangnya. Ada rasa menuntut di situ, apalagi jika ujung batang kejantanan itu makin ditekan sedikit ke dalam, semakin penasaran rasa enak yg ingin diraihnya.

Dalam keadaan begini, praktis Dahlia sudah tenggelam pasrah dituntut berahi nafsunya, maka tinggal ditekan lebih jauh pasti akan disambut Dahlia dan berarti sudah bisa Pak Rizal menggagahi remaja polos itu. Tapi di sinilah hebatnya disiplin pribadi Pak Rizal demi saygnya kepada anak angkatnya.

Walau setiap kali berisengnya sudah sampai sedemikian kritis, tapi selalu saja dia bisa menahan diri untuk menghindar. Sesaat sebelum pikirannya buntu, dia pun cepat mencabut batangnya sambil membawa tubuh Dahlia turun dari meja washtafel.

Dahlia mengira bahwa sekaranglah saatnya dia diminta untuk melakukan locokan hisapnya guna membantu Pak Rizal mencapai tuntutan kelelakiannya.

Tetapi rupanya ada perubahan acara, Pak Rizal ingin menyelesaikannya dengan cara lain. Dia tetap menyuruh Dahlia berdiri di depannya untuk kemudian dia sendiri sedikit menekuk kakinya merendahkan tubuhnya, dari situ dia meletakkan batang kejantanannya terjepit di selangkangan Dahlia, persis menempel di bawah kemaluannya.

"Nah, Yayah mau coba bikin gini aja, nggak usak pake dilocok tangan." katanya seraya mulai memainkan pantatnya maju mundur.

Caranya persis seperti sedang bersetubuh dalam posisi berdiri, hanya saja batang keperkasaannya tidak dimasukkan ke lubang senggama Dahlia. Sambil menggoyg keluar masuk batangnya yg tergesek-gesek di celah liang keperawan Dahlia,

Pak Rizal juga menambahi rasa dengan mendekap Dahlia, mengajaknya berciuman hangat. Diimbangi oleh Dahlia dengan juga merangkul ketat leher Pak Rizal, membalas saling melumat bergelut lidah.

Ternyata meskipun tidak sempurna, tapi cara begini bisa juga membuat Pak Rizal mencapai ejakulasinya. Sebentar kemudian dia pun tiba di puncaknya dengan menyemburkan cairan maninya, tanda dia sudah bisa mengakhiri permainan dengan lega.

Itulah permainan iseng sehari-hari Pak Rizal dengan Dahlia yg boleh dibilang kritis karena cuma tinggal memasukkan batangnya ke liang keperawanan Dahlia saja yg belum dilakukan Pak Rizal. Tapi yg begini cuma sementara.

Cara hidup unik ini bagi Dahlia pengaruhnya besar juga. Bagaimana tidak, kalau mengikuti perkembangan cara mereka, rasanya cuma tinggal tunggu waktu saja untuk Dahlia mendapatkan rasa seks yg sebenarnya.

Apalagi belakangan ini Dahlia pernah menyaksikan sendiri bagaimana adegan hangat ayah angkatnya yg bercinta dengan Mbak Tikah, seorang gadis pemijit yg sering dipanggil Pak Rizal untuk memijit di rumahnya, tapi sekaligus sebagai tempat penyaluran tuntutan kelelakian Pak Rizal.

Dari sejak awal Dahlia sudah curiga bahwa ayah angkatnya punya hubungan intim dengan Tikah, gadis pemijit yg diperkenalkan oleh sopir pribadi mereka.

Karena dalam acara memijit yg biasa mengambil tempat di ruang baca itu, mereka berdua selalu mengunci pintu berlama-lama di situ. Memang mulanya kelihatan biasa-biasa saja, tapi pernah sekali Dahlia memergoki bahwa tubuh Tikah secara mencuri-curi sering digeraygi tangan Pak Rizal.

Ini yg membuat Dahlia penasaran dan suatu waktu dia sengaja mengatur waktu untuk membuktikan sendiri sampai dimana hubungan Pak Rizal dengan Tikah.

Begitulah suatu kali kesempatan Pak Rizal minta dipijit Tikah di tempat biasa di ruang baca, Dahlia yg tadi pura-pura pamitan ke rumah teman padahal sudah menyelinap bersembunyi di kolong ranjang ruang tidur Pak Rizal menunggu kesempatan untuk mengintip.

Di antara kedua ruang baca dan ruang tidur Pak Rizal ada pintu penghubung, Dahlia menunggu sampai dirasa aman baru dia mengendap-endap mencapai pintu penghubung dengan rasa tegang karena didapatinya suasana kamar sebelah sepi sekali.

Di lubang pintu penghubung itu sebagaimana pintu-pintu lainnya juga dipasang sehelai gordyn tebal. Biasanya pintu ini juga dikunci oleh Pak Rizal kalau sedang berdua dengan Tikah, tapi karena diketahuinya Dahlia tidak di rumah maka Pak Rizal sudah merasa aman dengan membiarkan pintu itu terbuka, sehingga Dahlia punya kesempatan mengintip ke situ.

Apa yg ditunggu Dahlia memang tepat, bahkan kebetulan sekali karena rupanya saat itu sudah masuk di babak Pak Rizal akan mengerjai Tikah. Mereka sudah langsung mulai karena begitu Dahlia melihat ke dalam, dia sudah mendapatkan bagaimana keduanya sudah bersiap-siap untuk masuk ke permainan seks dengan Pak Rizal.

Saat itu sedang merangsang berahi Tikah. Di situ sambil masih tetap berada di atas permadani tebal tempat mereka biasa memijit, nampak Pak Rizal yg berbaring telentang sedang menggeraygi tubuh Tikah yg duduk di atas perutnya.

Waktu itu kedua posisi mereka agak membelakangi Dahlia, sehingga tidak bisa terlihat jelas, tapi Dahlia bisa melihat bahwa tangan Pak Rizal sedang bermain meremas-remas susu Tikah yg masih tertutup kain. Tikah dalam acara memijit ini mengenakan sehelai handuk yg dililit sebatas dadanya.

Berdebaran tegang Dahlia menonton pemandangan di depannya, nampak Tikah mandah saja menggeliat-geliat kegelian dengan muka genit malu-malu kegelian mendapat geraygan nakal Pak Rizal di kedua susunya. Malah dia kemudian membungkukkan tubuhnya mengikuti pelukan Pak Rizal, menyandarkan kepalanya manja di dada Pak Rizal.

Sebentar keduanya saling merapat pipi bertemu pipi seperti ada yg dibisikkan Pak Rizal di telinga Tikah, karena tiba-tiba Tikah bangun duduk tegak dan berikutnya masih dengan muka genit malu-malu Tikah membuka lepas handuk penutupnya menampilkan bebas tubuh telanjangnya.

Karena di balik kain tadi Tikah memang tidak mengenakan pakaian dalam. Sekarang melihat bagaimana Tikah sedang menyodorkan bagian kewanitaannya untuk dinikmati Pak Rizal, hal ini membuat Dahlia semakin tertarik penasaran.

Memang tubuh Tikah tidak semulus dan secantik Dahlia, tapi berharap pada adegan kelanjutannya menimbulkan rangsangan hebat pada Dahlia, disamping juga rasa kepingin tahu yg besar ingin melihat bagaimana caranya pasangan laki perempuan bersanggama.

Sekarang terlihat gerakan Pak Rizal bangun duduk, sementara Tikah hanya mengangkat duduknya berlutut merapat pada Pak Rizal.

"Ahsshh.." terdengar Tikah mengerang dan setelah itu menggigit bibirnya malu-malu geli ketika dia mulai mendapat rangsangan Pak Rizal sekaligus di dua tempat, yaitu mulut Pak Rizal melahap sebelah puncak susunya dan sebelah tangan Pak Rizal bekerja mengusap-usap tengah selangkangannya.

Rangsangan mulai meningkat dengan makin sibuknya Pak Rizal berpindah-pindah mengenyoti kedua susunya, sementara tangan yg di selangkangan juga bergerak-gerak seperti sedang meremas-remas sambil pasti ikut mengiliki kelentitnya, geli asiknya mulai diterima Tikah terbaca dari mimik wajahnya yg sekarang merona merah dalam mata terpejam serius dan bibir setengah merekah tegang.

Sesekali ada gerakan Tikah mengejang kegelian dengan menarik pantatnya menungging, tapi tidak menghindar membiarkan tubuh telanjangnya dipuasi Pak Rizal. Sebelah tangannya malah membantu menonjolkan bukit susunya tersodor dikecapi Pak Rizal, sedang sebelah tangan lagi bertopang di pundak Pak Rizal.

Ada beberapa saat seperti itu, tapi di tengahnya ada gerakan baru, yaitu sebelah tangan Pak Rizal yg bebas mulai merangsang kejantanannya dengan menggenggam dan meremas-remas batangnya agar menjadi lebih kaku.

Semua ini dari tempat mengintip Dahlia cukup jelas dilihat, karena jaraknya cuma sekitar 3 meter dan posisi Tikah sekarang agak serong menghadap ke arahnya.

Rupanya acara merangsang gairah berahi Tikah dan membangkitkan kejantanan sendiri oleh Pak Rizal, meskipun sebentar tapi sudah dianggap cukup, karena Pak Rizal baru saja berhenti dan meminta Tikah mengambil posisi berbaring menelentang tetap di atas permadani itu. Mereka nampaknya mempersingkat waktu agar tidak terlalu lama dan dicurigai para penunggu rumah.

Tikah langsung berbaring mengangkang sesuai permintaan Pak Rizal, matanya ditutup rapat-rapat menunggu Pak Rizal mengatur posisinya untuk mulai memasukkan batang kejantanan ke liang senggamanya.

Merapat dia dengan kedudukkan tegak berlutut, kedua paha Tikah ditumpangkan ke atas masing-masing pahanya, sebentar Pak Rizal masih melocoki batang kejantanannya sendiri yg dari tadi tetap dipegangi terus, sementara tangan sebelah jari-jarinya membasahi lubang kewanitaan Tikah dengan ludahnya agar membuat lebih licin lagi.

Sebentar kemudian batang kaku Pak Rizal mulai dimasukkan ke liang kewanitaan Tikah, Dahlia membaca mimik wajah Tikah agak mengernyit dengan kedua kelopak matanya yg terpejam erat. Rahangnya menganga kaku menunggu batang ditusukkan ke kemaluannya dan yg mulai dimainkan Pak Rizal keluar masuk pelan-pelan.

Ternyata reaksi yg ingin dilihat Dahlia mulai nampak. Tikah ketika mulai bisa menyesuaikan dengan penis yg baru diterimanya, langsung mendapatkan rasanya.

Tegang wajahnya pun mengendor terganti dengan bersemu asyik yg membawa pinggulnya bergerak mengocok mengimbangi gerak menggesek batang keluar masuk liang senggamanya. Makin lama makin tambah hangat rasa garukan enak itu, apalagi ditambahi Pak Rizal dengan kedua tangannya memilin-milin puting masing-masing susunya, gerak geliat Tikah sudah meningkat panas. Meliuk-liuk dia terlihat erotis dengan dadanya kadang diangkat-angkat membusung.

Tapi yg seru adalah goygan bibir kemaluannya yg berputar cepat seperti tidak sabaran dan sesekali menanduk-nanduk ke atas memapak tusukan batang keperkasaan Pak Rizal yg juga mulai dipompa agak kencang.

Dahlia sampai terasa panas dingin dan tegang menontonnya, terpengaruh rangsangan permainan Tikah yg menggelora oleh sogokan-sogokan batang keperkasaan Pak Rizal.

Gerakannya selama itu berputaran hangat, lebih-lebih menjelang orgasmenya. Sayg Dahlia tidak bisa mengikuti mimik Tikah, karena dengan semakin panas itu wajah Tikah sudah hilang menyusup di dada Pak Rizal yg sudah turun menghimpit mendekapnya erat-erat.

Hanya terakhir sempat dilihat ketika Tikah berogasme dengan tubuhnya yg mengejang dan mengangkat liang kewanitaannya tinggi-tinggi seakan ingin ditekan lebih dalam lagi. Sampai di situ apa yg ditonton Dahlia, dan dia buru-buru ke luar untuk kemudian berpura-pura datang dari luar seolah-olah tidak mengetahui apa yg terjadi di dalam kamar baca itu.

Jadi boleh dibilang secara tidak langsung, sebetulnya ayah angkatnya yg menggiring Dahlia untuk menuju kebebasan seks. Sehingga ketika suatu ketika, Dahlia menemukan teman sekolah yg cocok di hatinya dan kemudian berlanjut dengan iseng-iseng mempraktekkan hubungan sanggama sampai mengakibatkannya hamil.

Ayah angkatnya tidak bisa menyalahkan dia karena menyadari bahwa ini salahnya sendiri yg terlalu bebas dalam cara hidup mereka. Tapi untuk menuntut laki-laki yg mengerjai Dahlia sangat berat, karena keduanya masih remaja sekali, jalan keluar yg dipilih adalah menggugurkan kandungan Dahlia sebelum menjadi besar serta membatasinya bergaul bebas di luaran lagi.

Dahlia nampaknya kapok dengan akibat keisengan pertamanya itu, tapi untuk bisa bertahan dari godaan lelaki berikutnya ternyata ada cara yg istimewa untuk itu.

Yaitu Dahlia yg sudah kenal nikmatnya hubungan seks tidak dibiarkan menderita menahan keinginan itu, tapi di rumah dia justru dapat penyaluran tersendiri dari siapa lagi kalau bukan dari ayah angkatnya sendiri.

Sejak itulah Dahlia mulai membuat hubungan sanggama dengan Pak Rizal dengan maksud agar Dahlia tidak mencari di luar lagi, yg memungkinkan dia mengulang kecelakaan yg sama. Hanya saja tentunya dijaga agar tidak ada satu pun orang luar yg tahu rahasia keluarga mereka.

Memang, sejak lepas dari pengalaman pahitnya itu, Dahlia jadi seperti uring-uringan dan untuk mengisi kesepiannya, Pak Rizal mulai tertarik juga untuk memanfaatkan Dahlia.

Tidak heran sebab si cantik yg meningkat semakin remaja ini kalau berpakaian sering minim, mengundang gairah lelaki, teristimewa bagi Pak Rizal yg juga sedang kesepian.

Tapi sekalipun sudah akrab dengan gadis itu, Pak Rizal tidak langsung main ajak begitu saja. Dia perlu cara halus karena dia kuatir Dahlia masih trauma dengan pengalaman pahitnya itu. Pak Rizal mulai mengadakan pendekatan dengan membelikan hadiah-hadiah perhiasan dan mengobral pemberian uang untuk meluluhkan hati Dahlia.

Sampai di suatu siang, dia membuat surprise dengan mendatangi kamar Dahlia.

"Nik, kalok Yayah kasih hadiah buat Kamu, mau nggak..?" katanya dengan kedua tangannya ke belakang seperti menyembunyikan sesuatu."Oya..? Hadiah apa Yah..?"

"Mau tau..? Nih Liat dulu sebentar..!" kata Pak Rizal sambil menarik tangannya yg menggenggam sebuah kotak perhiasan, membuka tutupnya memamerkan isinya sebentar.

Namanya sifat perempuan, begitu melihat perhiasan emas yg berkilau-kilauan langsung bersinar cerah wajahnya.

"Buat Dahlia ya Yah..?" tanyanya malu-malu.

"Iya.., semua buat Kamu, abis buat siapa lagi..?"

"Waduh..! Iya Yah, Aku mau.., seneng banget Aku Yah..!"

Kontan melonjak girang Dahlia karena perhiasan yg akan diberikan kepadanya justru lebih banyak dari yg sudah didapat sebelumnya. Tidak salah, karena Pak Rizal sendiri saking senangnya dapat harapan manis Dahlia sengaja membelikan lebih banyak dengan maksud untuk lebih membujuk gadis itu.

"Tapi ntar dulu, abis ini nanti temenin Yayah tidur, sekarang ininya Yayah masukin Yayah punya ya..?" tanya Pak Rizal mulai minta kepastian Dahlia sambil merapat dan menjulurkan sebelah tangannya mengusap-usap selangkangan Dahlia.

Jelas Dahlia tahu maksudnya tapi dia masih ragu-ragu.

"Ngg, tapinya kalok Nik bunting lagi gimana Yah..?" tanyanya minta penegasan Pak Rizal.

"Ooo.. jelas Yayah jaga jangan sampe begitu, nanti Yayah kasih pilnya.." jawab Pak Rizal memberi kepastian.

Kali ini Dahlia mengangguk meyakinkan ajakan Pak Rizal karena hatinya sudah keburu terpaut dengan kilauan emas yg bakal jadi miliknya. Perempuan kalau hatinya sudah merasa dekat, apalagi ditambahi dengan hadiah-hadiah perhiasan, maka cepat saja takluk dalam rayuan.

"Kalok gitu sini, Yayah yg pakein satu persatu dan Kamu nurut aja ya..? Tapi sebentar.., coba Kamu pake dulu semua perhiasan yg Yayah pernah kasih.

Soalnya ini semua satu setelan, jadi biar lengkap keliatannya."
Dahlia mengangguk dan bergerak mengambil perhiasan itu di lemarinya, lalu memasangnya satu persatu yaitu giwang, kalung, cincin dan gelang, sementara Pak Rizal mendekat lalu meletakkan kotak perhiasan di tempat tidur.

Keempat perhiasan itu berikut yg ada di dalam kotak memang memiliki ciri seragam, yaitu diberi bandul berbentuk bola-bola berongga yg di tengahnya diisi bola kecil lagi, jadi kalau bergerak akan menimbulkan bunyi yg bergemerincing.

Dahlia sendiri masih heran di mana lagi perhiasan yg ada di kotak itu akan dipasangi di tubuhnya, namun begitu dia diam saja dan sesuai permintaan Pak Rizal dia menurut ketika sebuah perhiasan diambil untuk dipasangkan padanya.

"Tau nggak Nik, Yayah beli ini karena liat Kamu cantik, jadi kepengen dandanin kayak putri ratu. Memang keliatan kayak main-mainan, tapi ini emas asli lho..? Kalok nggak cocok jangan kasih siapa-siapa, simpen aja buat kenang-kenangan. Ayo sini, tempat pertama pasangnya di sini.."

Dahlia langsung merasa geli, karena bagian pertama yg dipasangi adalah sebuah cincin hidung model jepit ala gadis-gadis Arab.

"Nah, sekarang untuk ini Yayah minta tanda terima kasihnya.."

Belum sempat Dahlia mengerti, tiba-tiba dia sudah dipeluk lehernya dan bibirnya didarati bibir Pak Rizal. Agak gelagapan dia tapi cepat disambutnya ajakan berciuman ini dan meningkat sebentar saling melumat hangat.

Ada beberapa saat baru Pak Rizal melepas bibirnya, Dahlia terlihat sempat terhanyut sebentar dalam asyiknya bergelut lidah bertukar ludah barusan.

Bagian kedua adalah sepasang kalung kaki yg dipakaikan Pak Rizal dengan meminta Dahlia duduk di tempat tidur. Ini juga menggelikan, karena merasa persis seperti pemain kuda lumping dan upah terima kasihnya juga lucu yaitu masing-masing betis Dahlia diciumi dan dijilat-jilati setelah kalung itu terpasang.

Yg ketiga, yg paling membuat Dahlia geli adalah ketika Pak Rizal mengambil sepasang perhiasan payudara yg pemasangannya dijepit di puting susu.

"Iddihh.., kok aneh-aneh aja si Yayah nih..?" kontan cekikikan geli dia sambil menekapi kedua buah dadanya dengan tangannya.

"Ya sudah, kalok masih geli ditunda dulu. Sini Yayah ambil tanda terima kasihnya duluan nanti pasangnya belakangan."

Begitu selesai bicara Pak Rizal langsung memajukan kepalanya, mulutnya mendarat mencaplok sebelah susu Dahlia yg membulat montok itu.

"Sshh.." Dahlia mengejang tertahan sewaktu mulut Pak Rizal mengenyoti puncak susunya, mengulum dan menjilati puting yg berada di dalam mulut Pak Rizal.

Kali ini geli lain. Geli yg memberi rangsang menaikkan berahinya untuk menuju apa yg nantinya akan diminta Pak Rizal. Dan ini mulai semakin terasa karena Pak Rizal agak berkepanjangan mengisapi dan meremasi kedua bukit dadanya bergantian, sehingga geli-geli enak yg meresap menyulut bara berahinya yg juga sudah lama terpendam mulai menyala lagi.

Maklum, Pak Rizal rupanya gemas bernafsu dengan kedua susu si gadis ramping tapi ukurannya bulat montok menggiurkan ini. Terbukti ketika Pak Rizal berhenti dan menarik kepalanya, terlihat tatapan mata Dahlia sudah sayu tanda sudah dipengaruhi tuntutan nafsunya. Tapi Pak Rizal belum selesai, dia segera memasangkan perhiasan di kedua puting susu Dahlia, kali ini tidak ada penolakan geli lagi.

Selepas itu kedua buah dada segar mulus yg sudah berhias anting-anting itu dikecap lagi oleh mulut Pak Rizal. Ada rangsang tersendiri baginya dengan kedua puting yg tercuat oleh jepitan penahan bandul, senang menjilat-jilat ujungnya membuat Dahlia bergerak-gerak kegelian, susunya berayun-ayun menimbulkan bunyi bandul bergemerincing.

"Aahaawww.. ge-yyii Paak.." Dahlia merengek manja namun dia senang dicandai mesra seperti ini.

"Tambah cantik kan Dahlia dihiasin gini, Yayah jadi makin gemes ngeliatnya.."

"Iya tapi lucu.. Aahssh Paak.. ca-kiitt..!" baru menjawab sudah disambung merintih karena puting berikut bandulnya dicaplok Pak Rizal.

Dihisap dan dijepit-jepit bandul itu dengan bibir, menarik-narik kecil menjadikan putingnya juga ikut tertarik-tarik terasa perih. Tapi perih-perih enak yg makin menambah Dahlia jadi makin lebih terangsang.

Sehingga ketika dari situ Pak Rizal berlanjut dengan usahanya untuk membuka celana pendek yg dikenakan Dahlia, si gadis mandah saja malah membantu dengan mendoyongkan tubuhnya ke belakang, mengangkat pantatnya membuat mudah celana berikut celana dalamnya dilolosi lepas.

Pak Rizal meskipun dalam dirinya sudah bergelora nafsunya ingin segera menyetubuhi remaja cantik yg menggiurkan ini, tapi dia cukup pengalaman untuk bisa menekan emosinya tidak menunjukkan wajah rakusnya.

"Sekarang yg terakhir ini Yayah pasangin kalung perutnya.." katanya sambil membelitkan dan mengaitkan sekali sebuah kalung perut di pinggang Dahlia.

Selepas itu tiba-tiba Pak Rizal menundukkan wajahnya ke perut Dahlia. Dikira akan mengecup bagian perut itu untuk minta tanda terima kasih, tapi rupanya lebih ke bawah lagi.

Yaitu ketika kedua tangan Pak Rizal menyusup dari bawah kedua pahanya, membuka jepitan paha itu sekaligus mengangkat membuatnya mengangkang. Dia segera tahu bahwa Pak Rizal menuju ke liang senggamanya.

Dahlia memang sudah terbiasa memberikan kemaluannya dikerjai mulut Pak Rizal, cepat ditutupnya matanya menunggu Pak Rizal berlanjut, karena dia tahu rasa apa yg akan didapatkannya nanti.

Saat itu, begitu mulut Pak Rizal menempel dan langsung menyedoti rakus bagian menganga itu, dalam dua tiga jurus saja Dahlia sudah lemas tulang-tulangnya diresapi nikmat."Ahhnng.." mengerang dia oleh geli yg terasa menyengat sampai ke ubun-ubun, langsung merosot tubuhnya jadi menelentang rata punggung ke belakang karena serasa tangannya tidak kuat lagi menopang. Lewat lagi beberapa jurus dia sudah meliuk-liuk tubuhnya oleh jilatan lidah terlatih yg mengilik kelentitnya, menusuk-nusuk kaku membuatnya semakin penasaran ingin segera disetubuhi.

Pak Rizal berhenti untuk membuka bajunya dan sementara itu kedua kaki Dahlia yg tadi disanggahnya diletakkan telapaknya di tepi tempat tidur, tetap membuat posisi Dahlia mengangkang lebar.

"Enak kan kalok Yayah bikinin gini..?" tanyanya menguji sambil melepasi bajunya satu persatu.

"He-ehh.. tappinya jangan lama-lama Yahh.., nggak kuat Akku.." Dahlia terbata-bata menjawab jujur kelemahannya kalau liang kewanitaannya kena disosor mulut lelaki.

Selesai membuat dirinya sama bertelanjang bulat, Pak Rizal kembali meneruskan mengerjai liang senggama Dahlia dengan permainan mulutnya, membuat si gadis betul-betul matang terbakar oleh rangsang nafsunya.

Sambil begitu Pak Rizal sendiri dalam posisi duduk berlutut mulai melepasi bajunya tanpa dilihat Dahlia dan mulai mempersiapkan batang kejantanannya untuk bisa menyalurkan kerinduan nafsunya sekaligus mengisi kebutuhan yg dituntut berahi nafsu Dahlia.

Cukup lama Pak Rizal membakar nafsu Dahlia lewat hisapan mulut di liang senggamanya, membuat Dahlia hampir hangus menunggu saat untuk disetubuhi. Tapi sebelum mulutnya meminta, tiba-tiba dirasakan tubuhnya ditarik diajak bangun.

Pak Rizal melingkarkan kedua lengan Dahlia di lehernya, Dahlia cepat mengetatkan rangkulan mengikuti ajakan Pak Rizal yg segera menggendong untuk memindahkannya dari posisi semula ke tempat dimana dia akan segera masuk ke babak sanggama, karena dirasanya ada gerakan Pak Rizal untuk bangkit berdiri.

Memang benar, tapi sebelum sampai ketempat yg dimaksud, Dahlia seperti sudah akan mendapatkan apa yg diingininya lebih cepat dari perkiraannya.

Tubuhnya terasa melayg seiring dengan gerakan Pak Rizal berdiri dengan mengangkatnya pada kedua pahanya, tapi ketika telah tegak dan gaya berat tubuhnya menekan lagi ke bawah, "Hahhg.." mengejang dia karena dirasanya kepala batang keperkasaan Pak Rizal mendesak sampai terjepit di mulut lubang kemaluannya.

Dan makin memberat dia ke bawah makin menyodok batang itu masuk.

Tapi, "Hhoogh.." kali ini menggerung tenggorokannya karena yg berikutnya terasa ketat dan perih.

Tidak tahan berlanjut, dia pun mengetatkan lagi rangkulannya seolah-olah ingin memanjati tubuh Pak Rizal naik ke atas lagi.

Celakanya Pak Rizal seperti tidak mengerti apa yg dialami Dahlia, merasa batang kejantanannya sudah mulai terjepit masuk, dia mengira justru Dahlia yg sudah mengajak lebih dulu untuk langsung masuk di babak sanggama.

Dalam posisi seperti itu dia malah berusaha untuk memasukkan batangnya lebih jauh lagi. Kedua kakinya ditekuk merendah sebentar agar Dahlia terduduk menggantung di pahanya sehingga kedua perut agak merenggang.

Karena dalam posisi itu dia bisa melepas sebelah sanggahan tangannya untuk kemudian membubuhi ludah di sisa batangnya yg belum masuk, baru setelah itu dia berlanjut untuk membenamkan batang keperkasaannya.

Sekarang batang ini sudah masuk sebagian, Pak Rizal menegakkan tubuhnya lagi dan sambil berusaha menekan lebih jauh dengan pintar dia mengalihkan perhatian Dahlia lewat gerakan berjalan seolah-olah mencari tempat sanggama yg lebih enak. Memang, semakin dibenamkan lebih dalam, terasa olehnya Dahlia mencengkeram sambil merintih kesakitan tapi Pak Rizal pura-pura tidak mendengar.

"Ssshhgh.. ssakkit Yaahh.." akhirnya tidak tahan juga suara Dahlia terdengar mengutarakan perihnya.

Dahlia memang sudah hapal dengan bentuk dan ukuran alat viltal ayah angkatnya yg sering dipermainkannya ini, tapi untuk dimasukkan ke liang senggamanya baru kali inilah dia merasakannya.

"Iya, iya, memang agak perih kalok dibawa jalan-jalan begini. Sebentar lagi, Yayah mau cari tempat yg enak buat kita." buru-buru Pak Rizal menghibur tapi lega dia karena dirasanya seluruh panjang batang kejantanannya sudah terendam habis.

"Mau dimana Yah..?" tanya Dahlia agak heran sambil menarik kepalanya.

Sekarang bisa terlihat raut wajahnya yg sudah pucat pasi lantaran menahan sakit.

"Kita cari tempat yg lebih enak maennya."

Dengan memondong Dahlia, sementara batang kejantanannya tetap terendam di liang senggamanya Dahlia, Pak Rizal menuju ke ruang tengah. Di situ di depan TV terpasang sebuah permadani berukuran 2x3 meter, kesitulah rupanya Dahlia dibawa.

Mengatur posisi Dahlia menelentang dengan tetap menjaga kemaluan tidak terlepas, begitu selesai Pak Rizal mulai mengajak Dahlia masuk pada babak sanggama untuk meresap nikmatnya pertemuan kedua kemaluan ini. Sanggama ala Pak Rizal yg unik, sebab bukan saja pemilihan tempatnya nyentrik tapi juga caranya terasa asing bagi Dahlia.

Beda sekali dengan bekas pacarnya yg dalam sanggama mereka goyg pantat dibawa bekerja aktif memompa penis ke luar masuk vaginanya, tapi dengan Pak Rizal justru tidak bergaya tradisional seperti itu.

Bermain masih dalam keadaan saling menempel berhadapan dengan batang kemaluan tetap terendam dalam, tanpa ada gerakan menggesek keluar masuk, Dahlia dibawa berguling-guling di seluas permadani itu seperti seorang anak kecil sedang diajak bergelut canda oleh ayahnya.

Tetapi lebih cocok disebut seperti sepasang penari balet yg sedang beradegan lantai dalam gaya erotis. Sebab sementara bergulingan, kadang Dahlia di atas kadang pula di bawah, Pak Rizal mengiringi dengan kerja mulutnya serta tangan yg tidak terputus melanda sekujur tubuhnya dari mulai atas kepala hingga ke ujung kakinya.

Di situ kadang dikecup mesra, dijilati atau digigiti gemas, juga kadang diusap, dipijat, diremas di bagian manapun dari tubuh Dahlia dapat dicapai mulut atau tangannya. Dahlia tidak ubahnya diperlakukan seperti boneka permainannya.

Boneka cantik berhias yg semakin bergemerincing suara bandulnya semakin membuat hatinya senang dan asik menggelutinya.Tapi asyik bukan hanya buat Pak Rizal, Dahlia yg semula masih merasa perih dan masih pasif mulai mendapatkan rasa asyik yg sama, malah lebih lagi.

Gaya baru yg diterimanya ini terasa begitu mesra menghilangkan perih yg diderita. Dan ujung batang yg tadinya terasa begitu ketat serta menyodok begitu jauh di dalam perutnya sekarang justru dirasakan enak luar biasa mengorek-ngorek tuntutan berahinya jadi cepat terluapkan, melayg-layg dibuai kenikmatan yg datang melanda susul menyusul.

"Hsshngg adduuh Yyahh.. sshngh dduhh.. hmm aahhghrh..!" begitu dalam akibatnya sampai-sampai tidak tertahankan lagi, masih ditengah asyiknya digeluti Pak Rizal, Dahlia sudah mengerang membuka orgasmenya satu kali sebelum berikutnya menyusul lagi secara bersamaan dengan Pak Rizal.

Ini terasa luar biasa, sebab kalau biasanya dia merasa seperti dipaksakan keluarnya oleh gesekan-gesekan cepat penis bersama pacar lawan mainnya, yg ini lebih melegakan menyalurkannya lewat geliat-geliat erotis tubuhnya yg dilipat-lipat oleh Pak Rizal.

"Aaahnng.. sshh-dduuh Yahh.. Ak-kku klu-ar laggi sshh.. hngmm shg.." disitu baru selesai yg satu sudah menyusul lagi rangsangan gairah untuk Dahliamati yg berikutnya.

Memang akhir dari permainan sama-sama meletihkan, tapi kalau saja Pak Rizal masih bisa bertahan lebih lama lagi rasa-rasanya Dahlia akan sambung menyambung orgasme yg bisa dicapainya.

Betul-betul suatu permainan yg unik mengesankan, karena dengan hanya menanam batang dalam-dalam saja sudah membuat Dahlia terpuaskan secara luar biasa. Begitulah, permainan serasa mimpi indah yg dialami Dahlia dalam hubungan pertama ini sudah langsung membuat Dahlia ketagihan kepada Pak Rizal.

"Gimana, puas nggak maen gini sama Yayah..?" tanya Pak Rizal menguji apa yg barusan dialami Dahlia.

"Itu sih bukan puas lagi, tapi mabok namanya.. Gimana nggak, sekali tancep tapi Aku sampe tiga kali ngeluarinnya.. Yayah pinter aja ngerjain Aku.." jawab Dahlia mengakui apa yg didapatnya sekaligus menyatakan pujian kagumnya kepada kehebatan Pak Rizal,

"Tapinya lemes banget Aku Pak.." lanjutnya sambil menyusupkan kepalanya manja-manja sayg di dada Pak Rizal.

Sejak itu Dahlia memang tidak pernah sungkan-sungkan meminta kalau sedang ingin digauli ayah angkatnya. Seperti misalnya tengah malam itu Pak Rizal terbangun agak kaget karena dia merasakan seseorang naik berbaring di sebelahnya.

Segera dia mengenali bahwa Dahlia yg barusan naik berbaring memunggungi di sebelahnya. Pak Rizal tersenyum mengerti bahwa Dahlia yg sudah seminggu tidak digauli karena haid, sekarang rupanya sudah selesai dan tentu sudah kepingin lagi disetubuhinya.

Tanpa bertanya dia pun mengembangkan selimutnya menutupi Dahlia dan berbalik merapati memeluk si gadis dari belakang.

Betul juga, ketika sebelah tangannya disusupi sekaligus menyingkap gaun tidurnya untuk meremasi susunya, terasa olehnya bahwa Dahlia makin menempelkan pantatnya yg tidak mengenakan celana dalam itu ke jendulan batang kemaluannya.

Pak Rizal makin menggoda, dia memindahkan tangannya merabai jendulan kemaluan Dahlia dari arah belakang pantatnya. Sebentar diusap-usapnya liang senggama yg terjepit itu, Dahlia pura-pura diam saja. Begitu juga waktu Pak Rizal mulai mencolokkan satu jarinya ke dalam jepitan itu, masih belum ada reaksi Dahlia.

Tapi waktu jari itu mulai digesek sambil mengorek-ngorek ada beberapa lama terasa Dahlia mulai tidak tahan dan mulai menggelinjang sambil merintih.

"Sssh udah Yaah ja-ngann pake ta-ngann.., nggak en-nakk.."

"Pake apa dong enaknya..?" bisik Pak Rizal menggoda.

"Macupinn kontol Yayahh ajaa.." jawab Dahlia dengan logat manja kekanak-kanakan.

Pak Rizal segera berhenti dan Dahlia memang tidak perlu meminta dua kali karena jelas ayah angkatnya sudah tahu keinginannya. Terbukti Pak Rizal sudah memasangkan guling di depannya yg langsung dipeluk kedua kaki Dahlia sehingga posisi vaginanya lebih menungging, ini dimaksudkan agar lebih mudah dimasuki pada posisi itu.

Dan sebentar kemudian dirasakannya Pak Rizal yg sudah melorotkan celananya membebaskan kemaluannya mulai menempelkan batangnya di depan liang kewanitaannya Dahlia.

Baru saja bertemu kedua kemaluan telanjang itu, Dahlia sudah langsung menjulurkan tangannya untuk melakukan sendiri menggosok-gosokkan kepala kejantanan Pak Rizal di mulut lubang senggamanya.

Dari caranya yg tidak sabaran, Pak Rizal semakin yakin bahwa Dahlia betul-betul sedang kepingin sekali. Dia membiarkan dulu menunggu sampai batangnya mengencang baru kemudian dia mengambil alih lagi untuk memasukkan batangnya itu.

Dibasahi dulu dengan ludahnya seputar kepala batangnya, setelah itu mulai disesapkan terjepit di mulut lubang kewanitaan Dahlia. Begitu terasa mulai masuk, segera disambung dengan disogok pelan-pelan sambil menekan semakin lama semakin dalam. Sampai di batas yg bisa dicapai, barulah dia menunda dan kembali merapat mendekap Dahlia. Menyusupkan lagi tangannya meremasi kedua susu sambil diiringi mengecupi leher si gadis yg langsung berbalik menoleh dengan mimik wajah terlihat senang.

"Ahss.. enak Yaahh..!" komentar pertama Dahlia.

"Udah kepengen sekali ya Nduk..?" tanya Pak Rizal tersenyum manis.

"He-ehh udah ampir seminggu nggak gini sama Yayah, Nik nggak bisa tidur Yah..!"

"Seneng ya memeknya dimasukin punya Yayah kayak gini..?"

"Ceneng Yah.., enyak diogok-ogok ontol 'ede Yayah.." jawabnya kembali dengan logat manja kekanak-kanakannya.

"Ya udah, sekarang bobo deh sambil Yayah ogok-ogok supaya tambah pules bobonya.."

Dahlia membalikkan lagi kepalanya membelakangi Pak Rizal, seolah-olah mengikuti anjuran ayah angkatnya yg akan membuatnya tidur enak dengan menyogok-nyogokkan batang kejantanan di liang senggamanya, tapi ketika terasa batang itu mulai dimainkan keluar masuk pelan, dia ternyata terbawa memainkan juga pinggulnya mengocok pelan seirama gerakan Pak Rizal.

Irama permainan ini tidak meningkat hangat seperti biasanya, karena masing-masing seperti ingin bermain berlambat-lambat dengan membatasi gerakan-gerakan mereka, tapi nikmat yg dirasa tidak kalah enaknya dibanding biasanya. Malah permainan kalem ini terasa lebih mengasyikkan dengan mengkonsentrasikan pada gelut kemaluan yg lebih banyak ditekan dan diputar dalam-dalam diikuti penyaluran gemas-gemas nafsu pada remasan-remasan yg mencengkeram ketat.

Begitu juga seperti ingin mencegah suaranya terlepas kendali, Dahlia menutupi wajahnya dengan bantal dan menggigitnya erat-erat. Pak Rizal memainkan terus batang keperkasaannya membuatnya bisa menyusul Dahlia tepat pada waktunya. Karena ketika terasa Dahlia mulai berorgasme, Pak Rizal pun tiba bersamaan di saat ejakulasinya.

Permainan selesai dan bersambung acara tidur bagi Dahlia, tapi Pak Rizal masih ingin merapihkan diri dulu. Dibantu Dahlia sendiri yg mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, Pak Rizal segera menyeka bersih bekas-bekas cairan di lubang kemaluan Dahlia.

Ini memang satu kebiasaan si manja yg kalau selesai sanggama dan tertumpah oleh cairan mani dia selalu malas untuk mencuci, sehingga harus Pak Rizal yg membantunya. Begitu ketika dirasa sudah bersih, barulah Pak Rizal menyusul tidur memeluki Dahlia.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: