Suka Cerita Sex Posisi Yang Nikmat

>
Web Khusus Dewasa Yang Berisakan Cerita Sex Hot Terbaru, Mesum, ABG, Ngentot, Tante, Janda, Sedarah, Mahasiswi, Selingkuh, Horny, Memek Perawan 18+. Aku baru dapat tetangga baru. Dia menempati rumah petakan tepat di sebelah rumahku. Ibunya tidak dapat dikatakan cakep, tetapi anaknya 2 cewek masih kecil-kecil tampangnya manis-manis kayak keturunan bule.

Suka Cerita Sex Posisi Yang Nikmat

 cerita sex ABG, cerita ABG terbaru, cerita ABG ngentot, kumpulan cerita ABG ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata ABG ngentot, koleksi cerita ABG ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru

Ketika mereka menurunkan barang dari truk, kebetulan aku masih di rumah, sehingga dengan sukarela aku turut membantu. Toh dia nanti bakal jadi tetanggaku. Ibu Lia yang kupanggil kemudian mbak lia, awalnya rikuh, bahkan mau memberi upah. Tentu saja aku tolak, masak sih membantu tetangga mau terima upah juga.

Akhirnya dia akrab denganku. Rumah kontrakan petakan sederet ada 5. Bangunan sederhana lebar, cuma 3 meter dan memanjang kebelakang sekitar 10 m. Aku tinggal di situ sejak istriku meninggalkanku karena dia tidak sanggup hidup miskin. Kabarnya dia akrab dengan bos-bos berduit, sebelum akhirnya minta cerai denganku. Istriku memang terlalu cantik untuk hidup miskin.

Ketika bersama istriku , aku tinggal di rumah sederhana yang dibeli secara KPR BTN agak jauh dari pusat kota Jakarta. Untuk mencapai kantorku aku perlu waktu sekitar satu setengah jam.

Setelah bercerai tanpa anak, rumahku di luar kota itu aku kontrakkan dan sekarang ngontrak rumah petak sederhana yang tidak jauh dari kantorku.Itu sedikit perkenalan mengenai diriku.

Kembali ke Mbak lia, menurut ceritanya dia tadinya hidup bergelimang harta. Suaminya bule Amerika bekerja di perusahaan minyak. Mereka tidak kawin, tetapi hidup bersama tinggal di satu rumah. Dari hasil kumpul kebo itu lahir 2 anak perempuan yang sulung bernama Niky umur 8 tahun sekolah kelas 3 SD dan Wily umur 6 tahun baru kelas 1 SD.

Niky mungkin menurun dari ayahnya, sehingga rambutnya agak coklat dan kulitnya putih, tetapi Wily sepertinya menurun dari ibunya, kulitnya tidak begitu terang, rambutnya hitam lurus, tapi hidungnya mancung. Ibunya meski didandani semodern apapun masih kelihatan ndeso, karena wajahnya ndeso dan kulitnya hitam.

Mereka terpuruk, setelah suami mbak lia meninggalkan begitu saja. Rumah yang mereka tempati adalah kontrakan yang punya kolam renang dan halaman luas serta semua ruangannya ber AC. Mbak lia tidak mempunyai ketrampilan apa pun, karena setelah tamat SMA dia diajak hidup serumah dengan Edward, begitu nama pasangan hidupnya.

Setelah ditinggal Edward, mbak lia membiayai hidupnya dengan menjual satu persatu barang-barang yang mereka miliki sampai akhirnya tinggal beberapa yang kemudian dibawa pindah ke rumah petak di sebelahku.

Sampai suatu hari kudapati Niky dan Wily sudah seminggu terlihat di rumah saja. Mulanya kutanya keduanya, mereka menjawab libur.

Namun kulihat anak-anak lain masih bersekolah, sehingga ketika aku ketemu mbak lia hal itu kutanyakan. Dia akhirnya terus terang mengaku bahwa sudah 3 bulan anaknya tidak bayar uang sekolah.

Iba aku mendengarnya sehingga aku memberikan uang untuk membayar uang sekolah kedua anak itu. Sekolah mereka memang sekolah mahal, sehingga uang sekolahnya juga mahal. Aku usulkan mereka dipindahkan ke sekolah negeri yang dekat dengan tempat tinggal kami.

Mbak lia akhirnya setuju dan kedua anaknya sehingga mereka akhirnya sekolah di SD negeri yang tentunya tidak perlu membayar uang sekolah.

Setelah kesulitan uang sekolah mbak lia kemudian juga mengalami kesulitan membiayai hidup mereka. Sebab dia sama sekali tidak kerja, jadi tidak ada pemasukan.

Trenyuh juga aku melihatnya, sehingga sering aku membeli ayam model fried chiken untuk lauk makan anaknya. Karena Mbak lia akrab sekali dengan ku, sehingga aku mengetahui semua kehidupannya sampai berapa tinggal uangnya yang dia miliki.

Untuk membantu kedua anak nya agar tercukupi makanannya maka aku bekerjasama dengan mbak lia. Aku setiap hari memberi uang belanja mbak lia dan dia memasak untuk mereka dan aku.

Sejauh ini hubungan kami tidak sampai terjadi hubungan sex. Masalahnya aku tidak tertarik dengan tampilan mbak lia. Badannya kerempeng, teteknya kecil, kulitnya hitam dan giginya agak tonggos dikit.

Meskipun kami seperti satu keluarga, tetapi kami tetap hidup terpisah. Aku yakin jika aku ajak Mbak lia tidur dengan ku, dia pasti tidak berkeberatan. Masalahnya aku yang nggak minat. Aku heran memikirkan si bule lakinya si Lia, dia tertarik apanya dari Lia.

Sekitar 1 tahun kami hidup seperti itu, sampai akhirnya Lia bicara padaku bahwa dia akan bekerja menjadi TKW di Canada. Parahnya dia meninggalkan anaknya kepada ku. Karena keluarganya di kampung sudah tidak ada lagi.

Kedua orang tua Lia sudah meninggal. Boleh dibilang dia tidak punya siapa-siapa lagi. Jika pun ada saudara, dia sudah tidak akrab. Ada abang Lia, dia tinggal jauh di luar Jawa dan kabarnya hidupnya juga susah. Jadi memang tidak ada yang bisa dititipi untuk memelihara kedua anaknya.

Aku sesungguhnya keberatan, tetapi menimbang kasihan kepada kedua anak manis itu aku jadi mau juga menerima titipan. Menurut Mbak lia dia hanya 3 tahun bekerja di Canada, setelah itu dia akan kembali.

Aku melihat peluang dia mendapat kerja di luar negeri itu adalah satu-satunya yang dapat dia lakukan. Meskipun di luar negeri bekerja sebagai pembantu, tetapi menurut dia gajinya lumayan besar dan cukup untuk ditabung.

Singkat cerita akhirnya aku menjadi single parent bagi dua anak manis yang sekarang usianya sudah menjadi 9 tahun untuk Niky dan 7 tahun untuk Wily. Mereka tetap tinggal di kontrakannya dan aku tetap tinggal di kontrakanku. Mengapa begitu.

Ya karena kontrakanku tidak ada kamar lagi, cuma 1 . Tidak terlalu sulit mengasuh mereka, karena mereka sudah dekat denganku, dan aku sudah terbiasa ikut mengurusi mereka.

Suatu hari aku terkejut mendengar kedua anak-anak itu ketawa cekikikan. Aku saat itu sedang mandi, dan mereka juga begitu. Kamar mandi di rumah kontrakan ini semua letaknya di jejeran paling belakang, sehingga kamar mandi kami bersebelahan.

Dinding pembatasnya hanya seng. Wajar saja ada lubang-lubang di dinding seng itu. Rupa mereka berdua mengintip aku sedang telanjang.

Mereka makin cekikikan, dan kulihat di lubang seng itu mereka berkali-kali mengintaiku. Padahal aku saat itu lagi horny sehingga aku sebenarnya sedang merancap untuk menunrunkan tegangan. Malu juga rasanya lagi ngloco begini diintip oleh dua anak-anak itu.

Kesal juga rasanya, aku buka pintu penghubung di antara kedua kamar mandi kami secara tiba-tiba. Kedua anak itu yang sedang mandi dan tentunya juga sedang telanjang, terkejut. Mereka kusuruh masuk ke kamar mandiku. Kubilang, dari pada ngintip, lebih bagus lihat aja langsung.

Mulanya mereka malu, tetapi setelah aku gandeng kedua tangan mereka akhirnya mereka menurut juga ikut masuk ke kamar mandiku. Pada saat itu k0ntolku sedang menegang. Ku katakan kepada mereka, jika ingin lihat-lihatlah sekarang sepuasnya.

“Ah kami sudah biasa melihat k0ntol laki-laki dewasa. Papa punya malah lebih besar dari pada oom punya. Sial, umpat ku dalam hati. Rupanya mereka terbiasa mandi bersama ayah dan ibunya sehingga tidak aneh melihat kemaluan laki-laki.

Otakku mungkin agak gila, karena tadi ngloco sudah setengah jalan, sehingga rangsangan di dalam otak cukup tinggi. Apalagi melihat kedua anak bule ini telanjang pula. Niky teteknya baru tumbuh hanya di sekitar aeroalanya saja, jadi hanya kecil saja. Sedang Wily terlihat di sekitar putingnya agak cembung sedikit. Kedua vagina mereka masih licin tanpa bulu.

Akhirnya mereka berdua aku suruh memegang batangku yang tegang dan kemudian aku suruh ngocok sekalian. Rasanya lebih nikmat dikocok oleh tangan-tangan kecil ini, ketimbang tanganku sendiri.

Tidak lama kemudian spermaku muncrat. Mereka bingung melihat cairan kental menyembur dari k0ntolku. Aku terangkan kepada mereka soal sperma dan proses menyemburannya.

Sejak saat itu setiap pagi kami jadi selalu mandi bersama di kamar mandiku. Tapi tidak setiap hari aku dikocok. Jika aku menginginkan ya mereka kuminta mengocok. Jika sedang datang pikiran warasku, aku jadi merasa bersalah, karena aku merusak moral anak yang dititipkan kepadaku.

Tapi pikiran lain mengatakan, anaknya sendiri yang genit-genit. Umur segitu sudah suka ngintipin aku. Akhirnya aku membela diri ku sendiri dengan berpikir bahwa aku tidak pernah memaksa kedua anak-anak ini. Dan aku tidak merasa melakukan pencabulan, karena mereka sendiri yang menginginkan.

Sudah setahun aku mengasuh mereka, Lia di Canada mengabarkan mendapat pekerjaan yang bagus dan bayarannya bagus. Syukurlah. Niky sudah menjadi 10 tahun dan Wily 8 tahun. Mungkin karena anak bule, jadi perkembangan badannya cepat.

Tinggi Niky sudah sekitar 150 cm dan Wily sedikit lebih pendek. Bukan itu saja tetek Niky juga sudah makin menggembung dan Wily bentuknya sudah lancip.

Aku kadang-kadang meremas tetek mereka juga kalau sedang akan memancarkan sperma. Selain itu juga merabai vagina mereka. Jadi mereka sudah biasa oleh jamahanku sehingga tidak ada penolakan.

Aku terkejut ketika Niky dan Wily bercerita bahwa mereka sudah melihat film bokep dari HP temannya di sekolah. Zaman seperti ini memang sulit membatasi informasi, termasuk informasi kepada anak-anak.

Aku juga heran anak seusia 10 tahun sudah berminat menyimpan film bokep di hpnya dan ditunjukkan pula pada temannya. Kata Niky dia sudah melihat banyak film, Wily juga katanya.

Wah cilaka, apa yang harus aku perbuat. Padahal mereka terbiasa berbugil bersamaku. Aku tidak bisa melarang, dan juga tidak mungkin menganjurkan.

Aku cuma berpesan jangan ikut-ikutan liat gituan di HP teman, nanti ketahuan guru, bisa dihukum. Paling jauh aku hanya menyebutkan warning seperti itu saja. Mana mungkin aku larang untuk sama sekali tidak boleh melihat. Larang itu tidak masuk akal akan dipatuhi.

Dampak dari pengetahuan mereka dari film-film sex mulai aku rasakan. Niky suatu saat kemudian menyatakan keinginan merasai mengisap k0ntolku. Mulanya aku cegah dengan mengatakan aku geli tidak tahan dihisap-hisap.

Pertama-tama sih mereka percaya, tetapi lama-kelamaan mereka bertanya-tanya, karena yang mereka lihat di hp kelihatannya kok enak, dan lelakinya juga keenakan.

Waduh gimana nih aku harus bertindak. Disatu pihak aku merasa sangat bersalah jika mengizinkan mereka berbuat begitu, tetapi di lain pihak tentu aku ingin juga disepong. Pada awalnya aku sih masih bisa menahan mereka, tetapi rengekan mereka plus keinginanku juga, aku kemudian mengizinkan mereka.

Rasanya memang tidak terlalu enak, karena mereka tentu saja belum terlalu pintar, tapi sensasinya yang luar biasa melihat dua anak-anak kecil bergantian menghisap k0ntolku yang menegang keras. Mereka kuajari cara nyepong yang benar, sempai akhirnya mereka bisa melakukannya. Enaknya sih tidak seenak di sepong perempuan dewasa. Tetapi sensasinya luar biasa, itulah yang memberi kenikmatan.

Semula aku tidak tega melepas sperma di mulut mereka, tetapi lama-kelamaan karena juga keinginanku mereka bisa menerima tembakan sperma di mulut mereka.

Kehidupanku berangsur-angur makin membaik setelah aku mendapat pekerjaan lain yang memberi penghasilan cukup besar. Sebagai marketing, aku tidak perlu bekerja setiap hari. Komisi yang kudapat cukup besar, sehingga aku akhirnya bisa membeli sebuah apartemen.

Aku memboyong anak-anak itu tinggal di apartemen yang dibawahnya ada mall. Apartemen 2 kamar. Aku menempati kamar utama dengan tempat tidur yang lebar, dan mereka menempati kamar kedua dengan tempat tidur terpisah. Kamar mereka ku disain eksotik sesuai dengan gaya kamar remaja cewek, lengkap dengan TV, dan internet.

Meski kamar mereka nyaman, tetapi sering kali mereka minta tidur satu bed dengan ku. Prakteknya kalau siang mereka asyik di kamarnya, tetapi kalau tiba waktu tidur malam, mereka pasti menyuruk ke dalam selimutku.

Seperti sudah kuceritakan di depan, mereka tidak asing memegang k0ntolku, bahkan mereka sudah bisa meminum spermaku. Jadi tidak aneh jika waktu tidur di bawah selimut mereka juga mempermainkanku sampai aku muncrat.

Sejauh ini sejak awal aku tidak pernah meminta mereka sekali pun untuk melakukan kegiatan sex. Mereka berdua sajalah yang selalu memulai dan aku mengikuti saja kemauan mereka.

Niky sudah beranjak menjadi gadis ABG 11 tahun dan Wily menjelang ABG 9 tahun. Tubuh keduanya bongsor. Mungkin darah bule yang mengalir dalam tubuh mereka menyebabkan perkembangan mereka lebih cepat.

Aku terperanjat ketika sedang tiduran si Niky dengan santainya mengatakan,

“ Oom bagaimana rasanya melakukan hubungan sex.”

Segera aku menangkisnya bahwa anak sebesar 11 tahun belum bisa merasakan hubungan sex, karena kelaminnya masih belum berkembang, lubangnya saja masih kecil. Aku mengambil cermin kecil dan kuminta Niky melihat sendiri sambil jongkok ke kemaluan nya.

Demikian juga Wily. Dia baru yakin bahwa lubang kelamin yang dimilikinya masih sangat kecil, apalagi Wily. Sehingga tidak mungkin muat dimasuki k0ntolku yang ukurannya besar.

Sebenarnya k0ntolku tidak besar sekali, normal saja k0ntol orang Indonesia panjangnya cuma 15 cm dan garis tengahnya 5 cm. Namun jika dibandingkan dengan lubang vagina si Niky apalagi Wily, k0ntolku tentu terlalu besar.

Masalah itu bisa aku tangkal untuk sementara, entah sampai kapan aku tidak tahu. Sementara itu, si Lia mengabarkan dia memperpanjang kontraknya 2 tahun lagi, jadi tidak pulang setelah 3 tahun kontrak pertamanya selesai.

Meski jauh, Lia akrab berkomunikasi dengan kedua anaknya sehingga dia tahu sudah seberapa besar anaknya tumbuh. Hampir setiap hari mereka terhubung dengan komunikasi yang menggunakan web cam. Jadi meskipun jauh , Baik ibu maupun anaknya tidak merasa jauh..

Adalah Wily yang memulai pembicaraan yang kemudian diikuti oleh Niky masalah oral. Dia mengatakan bahwa selama ini selalu mereka yang mengoral k0ntolku, tetapi aku tidak pernah mengoral mereka.

Dari bokep yang semakin mudah mereka akses dari internet di kamar mereka, mereka melihat kenikmatan bagi si wanita jika dioral oleh prianya.

Aku kemudian berusaha mengelak dengan mengatakan bahwa mereka belum masanya bisa dioral. Mereka tentunya bertanya kenapa. Aku katakan bahwa seumuran mereka belum merasakan adanya rangsangan, sehingga jika dioral, maka vaginanya akan terasa sangat geli.

Mulanya mereka tetap ingin mencoba karena tidak percaya. Aku melakukan oral pertama terhadap Niky sebagai yang paling besar. Ternyata dia merasa kegelian dan tidak bisa menahan rasa gelinya sehingga tidak mau melanjutkan oral.

Wily melihat kakaknya kegelian agak ragu mau dioral, tetapi aku minta dia merasakan biar yakin dengan kata-kataku. Dia pun kegelian dan tak mampu berlama-lama dioral.

Sejujurnya aku sebenarnya ingin mengoral mereka dan membuat mereka orgasme. Tapi hati kecil menolak karena mereka masih terlalu muda. Namun nafsu kadang-kadang mengalahkan akal sehat, sehingga suatu malam ketika aku merasa terangsang karena k0ntol ku dimainkan oleh Niky, aku lalu mencium mulutnya.

Kami lama sekali berpagutan. Setelah itu aku menelanjangi Niky dan mulai menyiumi kedua susunya yang sudah lumayan menggelembung. Walau pentilnya masih kecil, tetapi enak juga diemut. Niky gelisah karena rangsangan di emut pentil susunya.

Dari susunya aku turun ke perutnya dan aku menjilai pusarnya lalu berpindah ke gundukan vaginanya. Ada rambut yang masih sangat halus. Gundukan itu aku jilati lalu belahan vaginanya. Niky sudah terangsang luar biasa, dan aku merasakan bahwa belahan vaginanya sudah berlendir.

Aku kuak belahan vaginanya lalu bagian dalam dalamnya aku jilati lalu aku mencari itilnya. Anak ini itilnya sudah menonjol dan ketika kusentuh dengan lidahku sudah terasa keras. Aku lalu memusatkan jilatan di itilnya cukup lama. Niky akhirnya mendesis dan mengerang karena mendapatkan orgasme

Dia mengatakan rasanya luar biasa enak dan pikirannya serasa tidak ada beban. Niky memeluk diriku erat sekali. Giliran berikutnya aku minta dioral sampai muncrat. Wily hanya menjadi penonton saja. Dia belum berani dioral vaginanya karena dia masih ingat betapa rasa geli jika vaginanya dioral.

Itulah awal aku mengoral vagina Niky, yang kemudian berlanjut karena permintaan dia. Rasa nikmat orgasme membuat dia ketagihan minta dioral, jika dia merasa birahinya sedang melanda. Aku meski kadang-kadang ingin juga mengoralnya tapi masih bisa menahan diri. Dalam usia ku yang 35 tahun. Aku sudah bisa mengendalikan keinginanku.

Selanjutnya aku menjadi semacam budak sex Niky untuk memuaskan keinginan birahi sexnya, dengan cara aku mengoralnya. Dia sudah tidak sungkan mengekspresikan kenikmatan yang melanda dirinya ketika aku mengoralnya , sehingga lenguhan dan lengkingan kecil sebagai ekspresi nikmatnya tidak lagi ditahan-tahannya.

Aku ingat sekali karena beberapa waktu setelah perayaan ulang tahun ke 12 Niky suatu malam dia menanyakan kembali soal hubungan sex. Dia kembali menanyakan apakah dia sudah bisa melakukan hubungan sex dengan ku. Aku seperti yang dulu juga mengatakan bahwa dia belum waktunya melakukan hubungan sex dengan penetrasi k0ntol memasuki rongga vaginanya, karena vaginanya masih terlalu kecil.

Rupanya Niky rajin mencari bacaan mengenai sexologi, sehingga dia mengetahui bahwa vagina itu memiliki elastisitas yang tinggi. Karena vagina wanita yang lubangnya kecil bisa dilalui kepala bayi. Ketika hal itu ditanyakan kepadaku, aku menerangkan bahwa hal itu benar, tetapi itu adalah vagina wanita dewasa. Sedangkan yang masih di bawah umur, elastisitasnya belum terlalu besar.

Untuk sementara waktu kelihatannya Niky bisa menerima alasan yang aku kemukakan. Tetapi apakah dengan demikian meredam keinginannya merasakan penetrasi di lubang vaginanya ? Nyatanya tidak juga.

Aku katakan demikian karena suatu kemudian ketika aku sudah tidur nyenyak aku terjaga karena merasa kelaminku dipermainkan. Aku tidak langsung membuka mata, tetapi memicing dan melihat apa yang terjadi di bawah sana.

Aku melihat Niky sedang membangunkan k0ntolku. Dia telanjang duduk di sebelahku. Kami memang terbiasa tidur bugil berbalut selimut. Aku menunggu saja apa yang akan diperbuatnya. Mulanya dia mengulum k0ntolku sampai benar-benar keras sempurna.

Setelah itu dia bangkit dari bed lalu mengambil cream body lotion dan membalurkan ke seluruh k0ntolku dan sepintas dia juga memborehkan ke vaginanya.

Setelah itu dia berdiri mengangkangiku lalu jongkok di atas kelaminku. Tangan kanannya memegang kelaminku yang sudah licin oleh cream diarahkan ke depan lubang vaginanya. Karena vaginanya licin oleh cream pula maka kepala k0ntolku bisa melesat masuk ke lubang vaginanya.

Tampak dia nyengir, sepertinya dia menahan rasa sakit. Meski begitu dia tetap merendahkan badannya sehingga kepala k0ntolku makin masuk ke dalam rongga vaginanya.

Dia makin mengernyit menahan rasa sakit, dia mencoba menarik sehingga kepala k0ntolku keluar lagi. Namun kemudian dia mencoba memasukkan lagi sambil terus menekan, dia masih mengernyit, lalu ditarik lagi. Begitu keluar masuk dilakukan berkali-kali sampai kepala k0ntolku agak lancar masuk sedikit ke vaginanya dan mungkin dia sudah tidak terlalu merasa perih.

Aku berusaha sekuat mungkin agar tidak ejakulasi. Entah keberanian dari mana, Niky tiba-tiba menekan badannya ke bawah sekuat mungkin sehingga k0ntolku yang terhenti di batas selaput daranya masuk jauh ke dalam rongga vaginanya.

Niky menjerit lirih merasakan perih di vaginanya. K0ntolku pun terasa agak sakit terjepit lubang vaginanya yang masih sangat sempit. Terlihat di dahi Niky ada peluh berbulir. Mungkin karena rasa sakit yang dirasakan di vaginanya akibat perobekan selaput dara.

K0ntolku sudah tenggelam 100 persen ditelan vagina Niky. Dia terdiam sejenak tidak berani bergerak. Mungkin rasa perih masih terasa di sekitar kelaminnya. Aku mengintip kebawah, terlihat vagina yang masih gundul terkuak paksa menerima batang k0ntolku.

Niky mencoba menarik badaannya keatas, tetapi bari beberapa centi kembali diturunkan. Gerakan naik turun ini lama-lama makin panjang. Aku pun merasa vaginanya sudah lebih licin. Dia melakukan tarik tekan berkali-kali dan mungkin kontrolnya kurang bagus sehingga berkali-kali k0ntolku lepas dari lubang vaginanya.

Dia berusaha kembali membenamkan dan terasa licin dan lebih lancar. Meskipun begitu setiap k0ntolku masuk dia masih mengernyit.

Sekitar 5 menit dia bergoyang diatasku lantas mulai diikuti desahan nafasnya yang memburu. Gerakannya makin cepat, karenanya sekali-kali lepas juga k0ntolku dari lubangnya. Dia masukkan lagi lalu digenjotnya lagi. Setelah 10 menit mulai licin dan lancar k0ntolku maju mundur di dalam lubang vaginanya.

Dia mulai menyadari posisi yang nikmat maka dia mengubah posisi jongkoknya menjadi duduk bersimpuh.

Jika tadi dia melakukan gerakan naik turun, dia kemudian melakukan gerakan maju mundur. Aku merasa clitorisnya mengenai batang k0ntolku sehingga memberi kenikmatan bagi Niky kecil yang vaginanya masih botak.

Tampaknya dia sudah lupa dengan rasa perihnya, dia makin aktif bergerak maju mundur. Gerakan ini lebih mampu mengontrol rasa nikmat dan k0ntolku tidak lepas dari lubang vaginanya. Mungkin juga gerakan ini menyentuh-nyentuh G-spotnya sehingga dia bisa mencapai orgasme yang tinggi.

Dia menjerit dan ambruk ke dadaku. Sementara itu aku merasa kedutan dengan ritme seperti aku mencapai ejakulasi. Niky mendapat orgasme tertingginya melelui rangsangan sekaligus clitoris dan g-spotnya.

Dia menciumiku dan mengatakan, luar biasa enaknya, meski masih terasa sakit. Karena aku belum mencapai puncak. Aku membalikkan posisi tanpa melepas k0ntolku dari vaginanya. Gerakan perlahan dan hati-hati berhasil, sehingga aku sempurna berada di atas dirinya. Aku mulai melakukan gerakan memompa sambil aku duduk untuk melihat k0ntolku yang ditelan oleh vagina gundul Niky.

Terlihat vagina kecil tanpa bulu itu seperti dikuak paksa oleh batang k0ntolku dan batangku keluar masuk dengan lendir bercampur sedikit darah. Posisi ini tidak bertahan lama, karena aku merasa kurang nikmat dan Niky juga mengeluh perih.

Aku mengubah posisi bertelungkup di atas tubuhnya lalu melakukan gerakan keluar masuk sampai akhirnya aku menembakkan sperma di dasar vaginanya. Aku puas dan merasakan nikmatnya memerawani cewek 12 tahun yang vaginanya masih sangat sempit. Niky masih belum mendapat haid, jadi aku tidak khawatir dia akan hamil akibat spermaku masuk ke dalam vaginanya.

Wily terbangun dan dia menyaksikan semua yang kami lakukan dia mencermati semua yang dilakukan kakaknya dan bertanya terus, soal sakit, apa enak dan lainnya. Sementara itu kakaknya yang konsentrasi hanya sekali-kali menyahuti pertanyaan adiknya.

Setelah kami usai terlihat Wily pun menginginkannya, tetapi masih aku cegah karena Wily saat itu masih 10 tahun, sehingga masih sangat belum layak diperawani. Meskipun teteknya sudah mulai nyembul. Tetapi organ di dalam vaginanya belum siap dikoyak.

Pernah sekali dia merengek-rengek ingin merasakan ketika aku akan bersetubuh dengan Niky. Kakaknya mengalah sebentar. Wily mengikuti cara kakaknya tetapi akhirnya dia berhenti mencoba karena dia tidak bisa menahan rasa sakitnya.

Wily kemudian baru bisa diperawani setelah dia mencapai usia 12 tahun. Setelah itu aku bagaikan berpolygami dengan dua istri yang masih di bawah umur. Setiap malam mereka bergantian minta dilayani atau melayani aku.

Kami berhenti melakukan aktivitas sex setelah Lia kembali dari Canada. Ketika itu Niky sudah berumur 15 tahun dan Wily 13 tahun. Keduanya tumbuh berkembang menjadi gadis yang cantik. Badannya bongsor, sehingga Niky sudah seperti berumur 17 tahun dan Wily seperti anak usia 15 tahun. Tetek mereka besar-besar.

Padahal ibu mereka teteknya tidak terlalu besar. Niky datang dengan laki bule yang kata dia sudah resmi menjadi suaminya. Terlihat perbedaan umurnya jauh. Jika Stela berusia 35 an, suaminya kelihatan sudah lebih dari 50 tahun.

Kedua anak mereka itu akhirnya diboyong ke Toronto, Canada dan menetap di sana. Kami masih berkomunikasi dengan Niky dan Wily. Dia bahkan bercerita mengenai hubungan dengan cowok-cowoknya. Setelah 5 tahun mereka berkunjung ke Indonesia. Niky dan Wily masih berkeinginan bermesraan denganku, nostalgia katanya. Kami melakukannya sembunyi-sembunyi di hotel. Aku sekaligus melayani keduanya.

Cerita sex sahabat, foto hot terbaru, foto hot Jilbab terbaru, foto hot tante terbaru, foto sex mahasiswi, cerita sex terbaru, cerita sex three some, Cerita Sex Perawan, cerita sex pembantu nakal, cerita sex ngentot, cerita sex ABG, cerita sex Jilbab, kumpulan cerita sex perkosaan, cerita sex Janda, cerita sex Guru, cerita sex Lesbi, cerita sex Hamil, cerita sex pembantu, cerita sex Pelajar, cerita sex setengah baya, cerita sex dosen, cerita sex SMP, cerita sex pramugari, cerita sex Bertukar pasangan, Cerita Sex Suster Sange, Cerita Sex Pacar Sange, Cerita Sex Pasangan Gay

Subscribe to receive free email updates: